Pekerjaan Menuntutmu untuk Bekerja Sendirian? Ini Solusinya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 06 September 2017
Pekerjaan Menuntutmu untuk Bekerja Sendirian? Ini Solusinya

Kehilangan dukungan hingga terjebak berjam-jam dengan permasalahan yang ada di depan matamu adalah salah satu risiko ketika kamu bekerja sendirian. Saat itu, kamu memakan waktu lebih lama untuk menyelesaikan sesuatu, melewatkan peluang berkembang bersama dengan tim kerja, dan lebih cepat menyerah karena lelah. Sudah tahukah kamu? Ternyata banyak pekerjaan membutuhkan seseorang untuk bekerja sendirian dengan masing-masing risiko personal yang berbeda. Berikut terdapat macam-macam kelompok pekerjaan single fighter, risikonya, dan cara mengatasinya, menurut Health and Safety Executive, United Kingdom.

Pekerja Tetap

Kamu memiliki pekerjaan tetap punyamu sendiri atau kamu bekerja dengan jam kerja abnormal? Jika iya, mungkin kamu masuk kategori ini. Pekerja tetap yang bekerja sendiri biasanya ada di bengkel kecil, kios, kantor di rumah, gudang atau pabrik, taman hiburan, atau pekerja yang baru memulai bekerja setelah banyak orang selesai bekerja seperti pekerja shift.

Pekerja Hampir Tanpa Kantor

Pekerja tipe ini bekerja berpindah-pindah dan jauh dari kantor pusatnya. Walaupun memiliki kantor, ia jarang berada di kantor. Biasanya ia pekerja maintenance, pekerja jasa pos atau pesan antar, agen-agen yang mewakili perusahaannya di luar kantornya, atau terlibat dalam pengerjaan proyek konstruksi.

Meski tidak setiap hari bekerja sendirian, saat bekerja sendiri kamu berisiko untuk berhadapan dengan alat-alat atau lingkungan berbahaya yang mampu menimbulkan hal-hal tidak diinginkan pada dirimu, sob. Hanya saja kamu belum menyadarinya dan melihat lingkungan kerjamu masih aman dan tidak memiliki risiko tinggi. Lebih parah lagi jika kamu bekerja sendirian setiap hari, sudahkah kamu sadar bahaya apa yang sedang mengintaimu di tempat kerja? Oleh karena itu, kamu perlu menyadari beberapa hal ini

  • perhatikan tugas kerja apa saja yang terlalu sulit atau berbahaya ketika kamu sedang bekerja sendirian, jika terasa aneh dan kamu ragu untuk melakukannya jangan dilakukan;
  • lihat lingkungan sekitar tempat kerjamu, adakah yang membuatmu merasa ketakutan, tidak nyaman, atau hal lain? misalnya kursi yang terlalu kaku hingga membuatmu pegal atau aroma menyengat dari lingkungan berbahaya (beberapa lingkungan berbahaya bahkan tidak memiliki bau apapun lho);
  • tanyakan pada orang lain atau pekerja di sekitarmu yang telah memahami lingkungan kerjamu, adakah saran spesifik darinya tentang prosedur baku atau risiko yang perlu dikendalikan setelah kamu bekerja;
  • sebaiknya kamu melakukan riset kecil tentang kondisi atau cerita apapun yang pernah ada di lingkungan baru yang akan kamu datangi nanti agar bisa meminimalisasi risiko ketika kamu bekerja di sana;
  • persiapkan mentalmu ketika bekerja sendirian dan atasi stress dengan cara yang pas untukmu, cari tahu juga risiko jangka panjang dari pekerjaanmu yang unik ini; lalu
  • dilarang mengeluh, semua hal di sekitarmu adalah pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan oleh orang lain dan tentunya hal itu perlu dimaksimalkan. Bagaimana caranya? hanya kamu yang tahu.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 41