Tragedi Ada untuk Dihadapi. Ini Cara Menghadapinya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 28 Agustus 2017
Tragedi Ada untuk Dihadapi. Ini Cara Menghadapinya

Tidak ada orang yang sengaja mengundang tragedi dan kesedihan untuk datang berkunjung ke dalam hidupnya. Kalau ada, mungkin ia tidak sengaja. Hingga tragedi seperti gagal panen dari bisnis yang sudah dirintis sejak lama, terdiagnosis penyakit paling berbahaya dan langka, hingga patah hati-putus cinta dan semacamnya terjadi.

Seperti sedang menjalani proses panjang, menghadapi tragedi pun tidak memiliki shortcut. Namun selalu ada jalan untuk mempercepat pemulihan diri dari berbagai macam tragedi yang menimpa kita. Sebelumnya, tragedi selalu ada untuk menguatkan kita. Ingat what doesn’t kill you makes you stronger, Inspirator! Berikut terdapat alasan di balik mengapa kita sulit menghadapi tragedi dan cara menghadapinya dari berbagai sumber yang telah kami rangkum.

Personalisasi

Saat sedang terkaget-kaget karena tragedi, menurut Martin Seligman, hampir semua orang akan mengalami masa-masa di mana ia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi. Padahal amat mungkin tidak sepenuhnya benar kesalahannya. Ada keadaan yang mendukung terjadinya suatu hal, ada hukum aksi-reaksi. Kalau hanya ada dirimu tanpa situasi yang mendukung tragedi untuk terjadi, tragedi bukanlah tragedi. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang telah terjadi, ambil pelajaran dari tragedi orang lain, dan jangan biarkan tragedi itu terjadi kembali padamu. Jikalau memang harus terjadi, maka terjadilah. Selalu siapkan dirimu.

Salah Duga

Tragedi yang sudah terlanjur terjadi seringkali membuat kita berpikir dan percaya bahwa dampak negatifnya akan mengubah banyak hal selama-lamanya. Padahal belum tentu. Satu tragedi hanya akan menghilangkan satu hal terkait saja. Perkara dampaknya akan meluas bukan salah tragedinya, tapi salahmu sendiri, sob. Siapa suruh berpikir menye-menye seperti itu? Stay strong & positive. Itu hanya efek kaget sementara saja kok. Jangan biarkan dirimu lemah selamanya dengan menduga terjadinya hal buruk esok hari yang kamu buat nyata karena ketakutanmu sendiri.

Get Help

Ketika kamu sudah tak kuasa sok tangguh menahan semua sendiri, kamu membutuhkan orang lain yang pernah memiliki pengalaman pahit sejenis. Sebab satu rasa kehilangan dan kekosongan yang pernah ada hanya bisa dimengerti oleh pengalaman mengalami tragedi serupa. Meski hanya kamu pengubah hidupmu, dengan ditemani orang tersebut saat menghadapi masalah akan terasa berbeda. Berbagi adalah hal lumrah untuk menyembuhkan hidupmu kembali ke sedia kala.

Give

Tragedi yang menguras tenaga mungkin membuat kita tak bisa melakukan apapun. Tetapi, mengutip dari Robert Ingersoll, we rise by lifting others. Ketika tempat kita sedang berada di bawah berteman dengan seisi kubangan kecemasan dan lainnya, satu-satunya cara untuk bangkit adalah melihat sekitar. Mereka sangat mungkin mengalami tragedi yang lebih jahat dibandingkan dengan apa yang kita alami. Berkontribusi bagi permasalahan mereka dengan menjadi sukarelawan akan berkontribusi juga secara langsung bagi kondisi psikologis dirimu.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 29