Ingin Anak Mencintai Kebersihan? Didik Ia Sesuai Usianya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Inspiratif
dipublikasikan 22 Agustus 2017
Ingin Anak Mencintai Kebersihan? Didik Ia Sesuai Usianya

Kamu mungkin sering melihat ironi di mana tanda “buanglah sampah pada tempatnya” menghiasi jalanan, juga papan tulisan “kebersihan adalah sebagian dari iman” menjadi pelengkap pemandangan. Meski hari ini perilaku masyarakat semakin baik karena kesadaran sosial, dan perlahan tetapi pasti mereka peduli dengan kebersihan lingkungannya, anak-anak penerus generasi perlu diberikan kesadaran sejak dini. Hal itu, menurut banyak psikolog, akan membangun jiwa anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan mengerti makna gotong royong yang sebenarnya demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kapan Dimulai?

Menurut Bernice Greenwald dan Harold Macabie, konsultan keluarga, pendidikan terkait kebersihan diri dan lingkungan perlu dimulai sejak dini, sejak ia menginjak usia tiga tahun. Anak-anak terkadang tidak mengerti apa yang orang tua ucapkan, ia hanya mengerti apa yang orang tua lakukan. Usia tiga tahun anak-anak biasanya dipenuhi dengan mainan dan buku-buku untuk belajar. Mainan serta buku-buku yang berantakan perlu dibereskan sendiri oleh anak. Ajak dirinya berkomunikasi layaknya orang dewasa dan contohkan cara merapikan semua peralatannya sendiri di depan matanya, termasuk peralatan makan serta semua hal yang ia gunakan.

Tiga Tahun

Pada usia tiga tahun ini mereka seharusnya bukan hanya pintar membaca atau menghitung deretan angka, tetapi bisa mengurus dirinya sendiri. Misalnya menggosok giginya sendiri, mencuci mukanya sendiri sehabis bangun tidur, menyisir rambutnya, hingga melepas baju yang telah ia pakai. Mengajari anak untuk belajar sesuatu pasti perlu kesabaran ekstra. Namun, kala ia mandiri nanti, orang tua dan masyarakatnya tidak akan kerepotan menghadapi anak-anak yang beranjak dewasa. Bukan begitu?

Empat Tahun

Kamu masih memiliki waktu 12 bulan untuk menuntaskan pendidikan kebersihan diri pada anak-anakmu. Take your time. Setelah tuntas dengan dirinya sendiri dan hal-hal kecil yang telah ia perbuat, ajari mereka membersihkan “rumah”nya sendiri, seperti merapikan selimut dari tempat tidurnya, membersihkan debu-debu di kamarnya, hingga membersihkan piring sehabis makan, bahkan pekarangan rumah. Membuat ia membersihkan piring-piring setelah makan bisa disiasati dengan mengajaknya membantumu memasak. Ingat, semua tahapan itu masih membutuhkan bantuanmu sebagai orang tua. Sabar!

Lima Tahun

Setelah ia menginjak usia lima hingga enam tahun baru ia bisa diajarkan untuk mencoba semuanya sendiri dan benar-benar dilepas perlahan. Menyiapkan makanan sederhana untuk dirinya sendiri, seperti mengoleskan selai pada roti atau menyiapkan piring-piring meja makan. Pada usia ini, pastikan ia mengerti caranya melipat baju dan mengikat tali sepatunya sendiri. Akan lebih baik lagi jika ia bisa mengerti cara menggunakan sapu dan kain pel atau alat vacuum serta membuang sampah. Yah, betul, cara merawat tempat tinggalnya sendiri.

Pernah dengar budaya cinta kebersihan dan kemandirian anak-anak kecil di Jepang? Mirip seperti tahap-tahap di atas. Memang, proses belajar di rumah di awal-awal golden age sebelum anak memasuki drama masa sekolah ini perlu diceritakan dengan gaya khas anak-anak tanpa membodohi maupun menakut-nakuti mereka. Masa-masa ini perlu dinikmati bersama dan diajarkan pada semua anak, tidak hanya anak perempuan saja. Bukankah papan tulisan “buanglah sampah pada tempatnya” dan “kebersihan adalah sebagian dari iman” tidak hanya untuk anak perempuan dan seluruh orang yang berjenis kelamin perempuan?

 

 

  

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 59