Pinjam Cara Interogasi Detektif, Lihat Kebohongan Lawan Bicaramu

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 21 Agustus 2017
Pinjam Cara Interogasi Detektif, Lihat Kebohongan Lawan Bicaramu

I’m not upset that you lied to me, I’m upset that from now on I can’t believe you” – Friedrich Nietzsche

Berbohong adalah hal yang menyenangkan bagi sebagian orang, karena dengan berbohong sisi terdalam diri seseorang tidak dikonsumsi oleh khalayak umum. Bagi sebagian yang lain, berbohong dianggap menjadi festival menarik. Mengapa? Karena banyak orang tertarik untuk mengetahui alasan orang-orang berbohong, cara mereka berbohong, termasuk cara mengungkap kebohongan tersebut. Banyak pula yang mengungkap kondisi orang-orang yang sedang berbohong bisa dilihat dari pergerakan mata, gesture, jeda berpikir, berdeham, hingga hilangnya fokus pembicaraan. Namun, Karl Erickson, pensiunan militer Amerika Serikat di Green Beret, memiliki beberapa tips agar membuat orang lain yang berbohong dapat memberikan informasi penting tanpa merugikan kita dengan kepura-puraan mereka, seperti yang dilansir oleh Entrepreneur berikut.  

Gerak Gerik

Biasanya hal yang terlihat pertama kali pada orang-orang yang berbohong adalah tingkah lakunya, dari mulai arah tatapan mata hingga cara ia berbicara. Tatapan mata yang melirik ke kanan atau ke kiri tanpa berani melihat langsung orang yang diajak bicara terkadang tak hanya berarti ia sedang berbohong, mungkin ia sedang nervous atau ketakutan dengan tatapan mata kita. Walau bisa menjadi salah satu dari sekian banyak indikasi kebohongan, gerak gerik orang yang terduga berbohong perlu tetap diawasi.

Riset

Informasi lebih lanjut selain dari diri orang yang ingin kita uji perlu dicari tahu menggunakan data riset tentang dirinya. Hal itu bisa menjadi pembanding antara kenyataan dan bualan yang bisa diberikan kapan pun oleh orang tersebut. Kebenaran baru bisa diketahui dari beberapa hal-hal umum atau suatu kejanggalan tertentu. Riset ini bisa dilakukan sebelum melakukan konfrontasi pada orang yang dianggap berbohong maupun setelah mendapatkan informasi yang bersangkutan, Inspirator.

Gali dengan Hal Menyenangkan

Siapa yang tidak akan menjawab jujur ketika ditanya tentang hal-hal menyenangkan yang ia sukai? Sembari melihat bahasa tubuhnya dan menanti perubahan tertentu yang tak sengaja akan ditampilkan, alihkan pada topik utama terkait kebohongan dirinya. Tunggu waktu yang pas sebelum kamu ingin bertanya tentang pertanyaan dengan tanda tanya besar di kepalamu. Lalu lihat, adakah perubahan nada atau gerak gerik ketika berbicara pada topik yang berbeda? Seperti ungkapan jawaban yang berbeda ketika dikonfirmasi ulang atau seberapa cepat menjawab pertanyaan-pertanyaan. Namun, pada pembohong ulung semua hal terkait kebohongannya bisa dengan rapi disembunyikan. Jadi, tetap berhati-hati, ya.

Siapkan Lapis Kedua

Two is better than one. Ya, dalam hal melihat kebohongan, satu orang lain yang berada di pihak kita cukup dibutuhkan keberadaannya untuk memastikan tidak ada satu pun pengamatan dari diri kita yang terlewat. Partner tambahan tersebut juga perlu dengan ketat memperhatikan perilaku subyek yang diduga berbohong. Namun, orang ini harus sangat bisa kamu percaya, berada di pihakmu, membantumu melihat segalanya lebih objektif, dan selalu siap untuk kamu andalkan. Sehingga perlindungan lapis kedua tersebut akan mengurangi potensi salah duga.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 101