Viralkan Unggahan Social Media-mu dengan 4 Trik Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 16 Agustus 2017
Viralkan Unggahan Social Media-mu dengan 4 Trik Ini

“Virality isn’t born, it’s made” - Jonah Berger

Kamu pernah melihat video atau meme yang diketahui oleh banyak orang? Tanpa henti orang-orang memencet tombol share sehingga kita melihat postingan tersebut berkali-kali tanpa pernah bosan. Menurut Carissa Lintao, ada prinsip-prinsip dasar di balik semua unggahan dalam media sosial seperti yang diungkapkan oleh Jonah Berger, professor pemasaran Wharton, yang dilansir dalam The Next Web. Berikut empat alasan psikologis nya, simak ya!

Peredaran Sosial

Selama ini, pasti kamu sudah ikut meramaikan sosial media dan sering terlihat online. Bahkan, unggahan yang Kamu berikan pada dunia daring menjadi prioritas untuk membuat orang lain melihat dengan sebenar-benarnya. Hingga akhirnya mereka menyimpulkan berbagai kondisi terbaikmu, seperti dirimu yang keren, atau sedang sangat bahagia karena rejeki nomplok. Beredar online di social media bisa sangat menginfluence perilaku orang lain, lho.

Pemicu

Setelah beredar di sosial media, orang-orang mulai berbicara atau mengikuti tren yang ada. Namun, agar membuat mereka tetap aktif membawa konsep dan gagasan, perlu ada pemicunya. Seperti emosi yang menyentuh hati dan menyenangkan, bahkan kalimat sederhana pada acara Tukul Arwana yang sempat ngetren: Kembali ke? Pasti Kamu bisa jawab, Laptop. Lihat traffic isu terpopuler setiap minggunya, bisa juga setiap harinya.  

Publik

Publik adalah manusia juga seperti kita. Apa yang kita cari dalam sebuah lama berita? Bukankah berita paling populer? Semakin populer suatu unggahan, semakin banyak orang yang tertarik padanya. Fenomena popularitas ini juga dikenal sebagai "bukti sosial" karena orang-orang meniru perilaku orang lain karena diberi informasi atas kepopuleran tersebut.

Nilai-Nilai Praktis

Banyak orang sejatinya senang dengan informasi menarik yang mengingatkan dirinya akan hal-hal penting, seperti kehidupan, kasih sayang, dan pelbagai hal mendasar lainnya. Informasi tersebut secara otomatis akan dibagikan lagi pada orang lain karena jutaan orang merasa terbantu. Kemas informasi tersebut  dengan cerita menarik dan terarah agar mereka tetap fokus pada pesan yang ingin kita sampaikan, tentunya pesan yang menyenangkan, dong!

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 73