Kamu Pasti Bisa Membangun Merek Asli Indonesia dengan Langkah-Langkah Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 16 Agustus 2017
Kamu Pasti Bisa Membangun Merek Asli Indonesia dengan Langkah-Langkah Ini

 

Sebuah merek yang kita lihat di pasaran menandakan isi dari sebuah produk. Hari ini, puluhan ribu produk berbeda berjalan-jalan di hadapan kita. Bersamaan dengan itu, kita perlu sadari berapa jumlah persaingan bisnis yang terus menerus terjadi? Tanpa mencipta produk yang mampu membawa banyak pelanggan setia berduyun-duyun berdatangan seperti magnet, berdasarkan kegemarannya maupun kebutuhan primer-sekunder-tersiernya, sebuah bisnis tidak akan bertahan lama karena telah tersedia berbagai pilihan lain. Mari kita belajar membangun merek karyamu sendiri dengan empat tahapan berikut ini, menurut Arto Soebiantoro dalam bukunya yang berjudul Merek Indonesia Harus Bisa.

Fondasi

Tidak ada bangunan tanpa fondasi atau tiang penyangga. Setinggi apapun bangunannya, fondasi yang kokoh pada dasar maupun pada titik tertentu untuk bangunan paling tinggi di dunia diperlukan agar bisa menahan kompleksitas bangunan. Begitu pula dengan sebuah merek. Fondasi akan menjadi langkah strategis organisasi bisnis untuk berkembang dan menyelamatkan diri dari serangan musuh bisnis. Langkah awal ini berisi panduan dan tujuan utama, termasuk mempertanyakan kembali apa keunikan bisnis kita yang bisa dikembangkan, penggunanya, hingga legalitas dari orgnisasimu kelak. Jika terlihat tidak penting, percayalah sob, tanpa langkah ini Kamu tidak bisa melanjutkan pada tahapan selanjutnya.

Persepsi

So, Kamu sudah paham dengan bisnismu sendiri? Kalau begitu, boleh lanjut ke tahap ini. Tahap persiapan persepsi ini tidak jauh dari tahapan fondasi. Ibarat level pada game, tahapan persepsi ini bisa dibilang tahapan fondasi level dua. Yah, pada makanan pedas memang belum pedas. Tapi tanpa persiapan membangun persepsi yang kuat, perjalanan bisnismu akan lebih pedas dibandingkan makanan pedas dengan level dua dari terakhir. It will hurt you, for sure. 

Menanam persepsi pada benak konsumen memerlukan persiapan dan nilai-nilai yang telah dianut oleh semua orang yang membantu menggerakkan bisnismu. Nilai tersebut harus diciptakan dengan serius, penuh dengan riset panjang digabungkan dengan impian-impianmu selama ini. Setelah tahu apa yang menjadi nilai untuk membangun persepsi, write what you do and do what you write. Komitmen dan konsistensi. Keduanya bisa diperjuangkan dengan aturan internal atau SOP organisasi bisnismu.

Komunikasi

Proses komunikasi yang ideal biasanya membuat orang lain mengerti apa maksud kita dengan berbagai macam cara. Fondasi dan persepsi milikmu sendiri perlu disebarkan pada banyak orang melalui logo brand serta cara-cara komunikasi sesuai dengan perkembangan zaman. Logo dengan desain, termasuk jenis huruf dan warna dengan banyak arti bagi psikis seseorang, perlu Kamu pilih dengan teliti. Bersama logo milikmu sendiri yang sesuai dengan jati diri produk bisnismu, konsumen akan mudah mengasosiasikan dan menerima pesan komunikasi dari produk atau jasa buatanmu.

Evaluasi

Tahap terakhir dari merek yang akan Kamu buat adalah evaluasi. Evaluasi bisa dilakukan olehmu sendiri, tim kerjamu, maupun masyarakat awam.  Semakin banyak masukan, bukan akan semakin membingungkan. Justru itu yang mampu membuat brand-mu sendiri lebih memiliki nilai jual dibanding merek lain. Setiap evaluasi akan mempertajam dan menyempurnakan, terlebih jika dilakukan secara berkala. Nikmati proses evaluasi ini, evaluasi bukan berarti hanya dilakukan ketika mengalami kegagalan. Melalui evaluasi, Kamu bisa memperbaiki bahkan mendefinisikan ulang strategi apa yang mampu membuat organisasi bisnismu berlari kencang.

Walaupun semua cara yang digunakan bertujuan untuk membangun merek asli indonesia punyamu sendiri, sah saja kok kalau menggunakan trik-trik pasar apapun dengan menyesuaikan keadaan konsumen target. Make the brand with your mind and full of heart, untuk Indonesia. Merdeka!

 

  

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 94