Learning by Doing Seperti Para Praja Muda Karana, Selamat Hari Pramuka!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Budaya
dipublikasikan 14 Agustus 2017
Learning by Doing Seperti Para Praja Muda Karana, Selamat Hari Pramuka!

Mengingat sejarah kepramukaan di Indonesia, kita pun teringat hari dijadikannya 14 Agustus sebagai hari bersejarah bagi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia itu. Pramuka (Praja Muda Karana), dahulu bernama Jong Indonesische Padvinderij Organisatie, sebetulnya dibentuk oleh Belanda bersamaan dengan Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) pada 14 Agustus 1923. Kedua organisasi tersebut bergabung menjadi satu dengan nama Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) pada tahun 1926.

Hingga akhirnya di tahun 1945 Indonesia merdeka dan terjadi perubahan serta penyesuaian pada INPO setelah momen kemerdekaan, 14 Agustus disahkan menjadi hari Pramuka melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1962 tentang Gerakan Pramuka. Melalui peraturan tersebut, Pramuka ditetapkan sebagai satu-satunya organisasi yang diberi mandat untuk menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia.

Metode kepramukaan memiliki salah satu caranya mendidik yaitu belajar sambil melakukan (learning by doing). Hingga saat ini pendidikan kepanduan dengan cara learning by doing tetap dilakukan, demi menjadi insan Pramuka yang bermanfaat bagi bangsa dan negara seperti terlihat pada lambang Pramukanya sendiri, yaitu tunas kelapa. Tunas dari buah dimana semua bagian per bagiannya bisa bermanfaat. Sehingga, memperlakukan Pramuka perlu seperti memperlakukan warisan budaya yang perlu dilestarikan.

Metode belajar sambil melakukan pada anak-anak Pramuka, sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, diberikan sebagai bentuk pendidikan di luar kelas. Metode itu mengajari siswa/i untuk melakukan sesuatu sesuai dengan pembelajarannya masing-masing, daripada memberi tahu mereka tentang apa yang telah dilakukan orang lain. Siapa yang tidak mengantuk ketika diceramahi tentang hal benar dan salah tanpa diberikan kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk menambah kapasitas serta mendalami makna dari ucapan-ucapan ceramah sebelumnya?

Hal yang dilakukan dalam learning by doing tersebut, menurut Roger C. Schank, membawa seorang anak untuk menjadi lebih kritis dan berpikir atas segala sesuatu yang ia lihat dari temuan atau pembelajaran sebelumnya. Oleh karenanya, demi menjalani proses eksplorasi, mengalami kegagalan, dan menghargai betapa nikmatnya pembelajaran, seseorang perlu merasakan sensasi learning by doing seperti anak-anak Pramuka. Belajar adalah tindakan alamiah bagi semua makhluk, kan? Selamat Hari Pramuka!

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 53