Kamu Tak Perlu Meminta Maaf Saat Berada Pada 4 Situasi Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 10 Agustus 2017
Kamu Tak Perlu Meminta Maaf Saat Berada Pada 4 Situasi Ini

Merasa tidak enak pada orang lain ketika suara kita terlampau keras, atau tidak sengaja mengganggu pekerjaan orang lain acap kali membuat kita meminta maaf pada orang tersebut. Meminta maaf berkali-kali untuk hal tidak perlu pun dilakukan hanya demi menghilangkan perasaan tidak enak yang mengganjal. Hal itu mungkin terjadi karena kita diajarkan untuk meminta maaf dan tinggal di lingkungan dengan norma-norma kesantunan yang tinggi. Namun terkadang, terlampau seringnya permintaan maaf berisiko membuat kita kehilangan percaya diri. Mari lihat empat situasi apa saja yang seharusnya tidak membutuhkan permintaan maaf kita, menurut Judith Humphrey dalam Fast Company.

When You’re Asking for The Floor

Saat meminta waktu untuk berbicara ketika diskusi, menyela pembicaraan, atau ketika pembicaraan kita disela oleh orang, kita pasti meminta maaf karena melakukan semua hal itu. Tapi apa kita benar-benar merasa tidak enak sehingga perlu meminta maaf, atau tindakan itu benar-benar perlu dimaafkan?

When You’re Feeling Unsure of Yourself

Saat merasa tidak yakin dengan diri sendiri, kita seringkali mengucapkan permintaan maaf secara spontan. Antara sadar atau tidak, jenis permintaan maaf ini menunjukkan bahwa kita sedang tidak memenuhi harapan orang lain atau telah gagal dalam beberapa hal, lho. Misalnya, ketika kita sedang melakukan presentasi bisnis yang telah memakan banyak waktu dan audience menyadari itu. Tak perlu meminta maaf dengan menyebutkan jumlah slide yang tersisa, lanjutkan dengan mempercepat presentasinya.

When You’re About to Deliver a Zinger

Kabar buruk yang dibebankan pada kita untuk disampaikan pada seseorang biasanya selalu memberikan sensasi perasaan “ikut merasa bersalah” yang luar biasa. Misalnya, ketika harus memberitahu seseorang bahwa perusahaan akan melakukan perampingan dalam kelompok kerja. Walaupun kata maaf sangat menggoda untuk diucapkan, ketika kita mengucapkan kata maaf, justru kata tersebut lebih cenderung terasa sangat negatif dan, lebih buruk lagi, menghilangkan nada empati yang terucap dengan tulus.

When It’s Your Fault

Terkadang kita benar-benar telah melakukan kesalahan yang jelas membutuhkan kata maaf. Dalam situasi itu, tentu permintaan maaf harus diucapkan. Namun, mengucap permohonan maaf mungkin bukan tindakan yang paling tepat untuk dilakukan. Misalkan Kamu sudah tahu tidak akan bisa memenuhi tenggat waktu penyelesaian sebuah proyek atau pekerjaan, janganlah meminta maaf. Meminta maaf hanya akan memperburuk citra pekerjaanmu, gengs. Berikan sebuah solusi konkrit sebagai bentuk tanggung jawabmu pada pekerjaan itu karena track record-mu pada pekerjaan hari ini akan dipertimbangkan untuk pekerjaanmu selanjutnya.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 40