Mendidik Anak-Anak Tangguh Layaknya Keluarga Warren Buffet

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 09 Agustus 2017
Mendidik Anak-Anak Tangguh Layaknya Keluarga Warren Buffet

“Whatever you do, do with integrity. Wherever you go, go as a leader. Have the courage to lead. Whenever you serve, serve with caring. Whenever you dream, dream with your all. And innovate, and never give up” – Warren Edward Buffet.

Warren Edward Buffet, pebisnis dan investor terkenal, pernah beberapa kali menjadi orang terkaya di dunia mengalahkan Bill Gates. Warren Buffet mengelola perusahaan yang dibangunnya sejak usia muda. Belajar dari Kakek dan Ayahnya, ia memiliki naluri bisnis dan investasi yang tajam bahkan sejak ia masih berusia 11 tahun. Seakan tak pernah puas dengan prestasi bisnisnya yang luar biasa, ia tetap memiliki kebiasaan anti-mainstream: merasa menjadi orang biasa saja walaupun memiliki kekayaan untuk membeli dunia. Pembelajaran itu diberikan pula pada anak-anaknya dan generasi penerusnya.

Membangun penerus bisnis dan mendidik anak-anak untuk memahami dunia bisnis memerlukan waktu. Mendidik moral anak-anak agar tidak merasa berbeda dengan lingkungannya, ketika keluarga ayah-ibunya sedang memiliki kekayaan untuk melakukan apa saja, sangat bisa dilakukan oleh keluarga Warren Buffet. Pendidikan untuk anak memang harus diutamakan, tetapi dengan memasukkan mereka ke tempat yang jetset seperti kemampuan Warren Buffet akan menjadi bumerang tersendiri untuk anak-anak.

Tips dari sang ahli: menabung untuk investasi sebanyak-banyaknya sembari menjalani hidup sesuai dengan kebutuhan tanpa menaikkan standar “kesamaan” dari orang lain di lingkungan sekitarnya.

Pendidikan yang tidak sesuai dengan fungsi utama pendidikan, yaitu mencari makna dan tujuan manusia hidup, akan sama halnya dengan menjatuhkan anak-anak ke lubang terdalam yang merusak kerja keras beberapa generasi sebelumnya. Oleh karenanya, anak-anak Warren Buffet memiliki pertumbuhan yang sangat normal seperti Warren Buffet menjalani hidup tanpa terpesona dengan status keuangan jetsetnya. Anak-anaknya masih pergi ke sekolah negeri dengan bus sekolah, berlibur dengan pesawat seperti orang-orang lainnya tanpa pesawat jet pribadi, dan tinggal di rumah pertama keluarganya sebelum Warren Buffet dikenal memiliki kekayaan paling banyak di dunia.

Membesarkan anak agar menjadi anak yang memiliki mental kuat dan pekerja keras ketika orang tuanya menjadi Tuhan bagi dunia memang sulit. Mengajarkan mereka untuk hidup sederhana, menabung, dan berusaha normal seperti anak-anak lain selagi orang tua mereka memiliki mobil sport pribadi serta pesawat jet untuk berpergian akan lebih sulit lagi. Sehingga, kita perlu memetik pelajaran dari pola asuh keluarga Warren Buffet dalam membesarkan anak, yaitu tidak ada perlakuan spesial walaupun kemampuan untuk hidup jauh di atas standar minimal sangat bisa dicapai.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 2.1 K