Membangun Perusahaan Keluarga yang Kuat dari Generasi ke Generasi

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 08 Agustus 2017
Membangun Perusahaan Keluarga yang Kuat dari Generasi ke Generasi

“Generasi pertama menciptakan, generasi kedua mengembangkan, dan generasi ketiga menghancurkan” – Anonim

Menjalankan bisnis hingga bertahun-tahun dan mencapai sukses dari pengelolaan yang berbeda tangan dari generasi kakek-nenek ke generasi cucu-cicit tentu tidak mudah. Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Walaupun beredar cerita bahwa generasi pertama berhasil menciptakan temuan serta pencipta perusahaan, generasi kedua berhasil mengembangkan, dan generasi ketiga berhasil menghancurkan usaha yang dibangun dengan susah payah, hal tersebut ternyata hanya mitos.

Merek terkenal seperti Ford, BMW, Peugeot, Carrefour, Wal Mart, Cargill, Samsung, LG, dan banyak lagi lainnya adalah perusahaan keluarga yang sukses menjadi perusahaan raksasa. Sampai saat ini banyak perusahaan keluarga yang telah bertahan melewati tiga generasi, walaupun semakin berbeda generasi, produksi dan ketahanan perusahaan menurun dibandingkan dengan pengelolaan generasi pencipta, generasi satu.

Menurut Prof. Rhenald Khasali, perubahan selalu terjadi di setiap jatuh bangun proses bisnis. Hanya saja, orang-orang yang tahan banting menjalankan perubahanlah mampu mematahkan mitos generasi ketiga dalam bisnis dan seterusnya adalah penghancur kerajaan bisnis generasi sebelumnya. Sehingga, perencanaan suksesi atau persiapan untuk memegang tongkat estafet bisnis keluarga yang dilakukan oleh generasi sebelumnya pada generasi baru harus benar-benar dipersiapkan dengan matang agar perusahaan bisa bertahan hingga berabad-abad.

Hitsss.com mempersingkat cara perencanaan suksesi estafet bisnis melalui tiga cara, yaitu menyerahkan bisnis perusahaan pada generasi berikutnya secara bertahap sesuai situasi dan kondisi, anak-anak sebagai generasi penerus tak hanya harus percaya diri tetapi juga memiliki kompetensi serta berani lepas dari bayang-bayang sang pendiri atau generasi awal, dan memiliki kriteria yang jelas dan terukur ketika memilih sang penerus dengan kondisi calon penerus terdiri dari beberapa anak agar tak ada rasa iri dalam internal keluarga.

Tak lupa, perencanaan bisnis dari generasi pertama ke generasi-generasi penerusnya pasti memerlukan pembaruan atau inovasi yang tidak berhenti seiring dengan perkembangan zaman. Membawa ciri khas yang diberikan pada konsumen sejak awal berdiri perusahaan tanpa kehilangan konsumen lama atau pelanggan baru tetap perlu dilakukan. Hal itu menjadi tantangan setiap pebisnis. Inovasi dengan pertimbangan jangka panjang. Inovasi bisnis dalam hal ini berarti mengikuti perkembangan teknologi dan manajemen yang sesuai dengan kebutuhan target pasar bersamaan dengan melestarikan budaya-budaya baik perusahaan.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 69