Abaikan 4 Mitos Ini! Semua Orang Bisa Kok Jadi CEO

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 08 Agustus 2017
Abaikan 4 Mitos Ini! Semua Orang Bisa Kok Jadi CEO

Penelitian untuk mencari alasan di balik suksesnya para pemimpin besar telah banyak dilakukan. Studi pada ribuan pemimpin atau chief executive officer (CEO) memberikan hasil di luar dugaan kita - tentang pemimpin harus memiliki kharisma maupun harus melakukan segalanya dengan sempurna ternyata salah, lho. Berikut empat hal yang telah dirangkum tentang bagaimana cara menjadi seorang pemimpin perusahaan yang terbukti hanya mitos, menurut Bryan Borzykowski dikutip dari BBC.

CEO Harus Karismatik

Pemimpin luar biasa perlu memiliki kharisma yang luar biasa juga, katanya. Memang benar, karisma terlihat dari kepribadian seseorang yang selama ini ia tampilkan. Keramahan, keterbukaan, maupun ciri-ciri dari bentuk kepribadian ekstrovert lainnya. Namun, kita melihat seorang pemimpin besar sukses seperti Bill Gates merasa dirinya seorang introvert. Artinya, jika dilihat dari dua bentuk kepribadian introvert dan ekstrovert, mereka bisa memiliki kesamaan karisma. Kinerja yang dilakukan oleh setiap orang dengan berbagai kepribadian pun bisa terus ditingkatkan, terlepas dari bagaimana sebenarnya kepribadian seseorang. Sehingga, karisma belum tentu membawa seseorang menjadi CEO teladan.

CEO Tidak Perlu Mengakui Saat Mereka Salah

Banyak perusahaan mengalami masalah besar karena CEOnya melakukan kesalahan yang sangat terlihat karena ia melakukan kesalahan besar. Beberapa orang melihat kegagalan sebagai tanda kelemahan. Menurut Elena Lytkina Botelho, Founder dan CEO Genome Project, hampir semua CEO telah membuat kesalahan yang signifikan dan mengacaukan begitu banyak hal sehingga merugikan pekerjaan mereka atau sangat merugikan bisnis. Tetapi, yang perlu selalu diingat adalah setiap orang bisa melakukan kesalahannya sendiri, belajar darinya, juga menjadi orang-orang dengan kinerja terkuat. Menerima dan mengakui kesalahan adalah pintu gerbang dari transformasi kemampuan diri sebagai CEO, lho.

CEO Perlu Berpengalaman di Sektor Tertentu

Seorang CEO tak perlu menata kariernya dari bawah sektor pekerjaan tertentu untuk menjadi puncak pimpinan di tempat yang sama. Semua orang memiliki pengalaman kerja berbeda. Di mana pun ia bekerja, jenis industri tidak bisa menghalangi dirinya agar bisa memimpin. Softskill menjadi syarat terpenting untuk mengelola pekerja dan memecahkan masalah. Sehingga, perbedaan sektor industri malah bisa memperluas pengetahuan seorang CEO dan menggunakan segala jaringan yang ia miliki untuk mengembangkan sektor kepemimpinannya sekarang. Perspektif serta gagasan baru pun menjadi nilai tambah ketika dihadang oleh sebuah masalah.

CEO Harus Memegang Kendali Penuh

Ketika seseorang memegang kendali penuh di perusahaan, terkadang ia terlihat sebagai orang yang otoriter. Segala hal harus dipatuhi ketika sang CEO sudah bersuara. Kala itu, banyak orang berpikir bahwa CEO harus kejam, tegas, dan tidak boleh “melemah” di segala keadaan. Sayangnya, seorang CEO harus bisa fleksibel dengan seluruh tanggung jawab kerjanya. Orang yang otoriter dan tidak bisa menyesuaikan diri tidak pernah disukai. Jika muncul ketidaksukaan saat bekerja, rasa nyaman akan menjauh dari lingkungan kerja tersebut. Budaya kerja yang tidak nyaman menggerogoti produktivitas dan perlahan akan merugikan bisnis.

Jangan pernah ragu untuk menjadi CEO terbaik sebisa yang lakukan, ya, Inspirator!

  • view 41