Apa yang Membuat Sebuah Produk Dicintai? Merek!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 07 Agustus 2017
Apa yang Membuat Sebuah Produk Dicintai? Merek!

Sejak kita bangun pagi di setiap hari, akhirnya kita menyadari bahwa di depan mata kita terdapat puluhan merek yang kita gunakan. Merek tersebut mulai dari handphone, yang dilihat pertama setiap membuka mata dari tidur panjang kita, cat pada plafond atap dan dinding rumah, seprei yang kita gunakan, hingga berangkat menjalankan aktivitas sehari-hari selalu ada merek yang menempel di memori kita. Ada kesan tersendiri yang sampai di pikiran kita saat mengingat merek tersebut. Suatu kebanggaan karena menggunakan merek lokal maupun kesenangan karena bisa membeli merek mewah buatan asing muncul ketika mengingat merek-merek yang kita gunakan.

Menurut Arto Soebiantoro, penulis buku Merek Indonesia Harus Bisa, merek berpengaruh besar pada bisnis yang dilakukan oleh seseorang. Merk tak hanya meninggalkan kesan mendalam pada si pengguna, tetapi juga menjadi sebuah investasi dan pendongkrak penjualan. Contohnya, apakah kamu mau mencoba menggunakan sebuah merek baru yang belum bisa dipercaya? Bisa jadi kamu takut atau kamu berani mencoba hanya untuk membandingkan kesanmu terhadap produk langgananmu dengan produk baru yang ada saat ini.

Ketika merasakan kesan yang ada dalam menggunakan sebuah merek, sebenarnya kita sedang membuat persepsi diri tentang merek tersebut. Jika dikatakan merek adalah persepsi, dunia adalah persepsi, pengetahuan adalah persepsi, maka kamu tidak salah. Membuat merek kita digemari oleh banyak orang membutuhkan sentuhan pembeda di dalamnya. Di banyak titik tentang gagasan membuat merek, inovasi yang banyak orang tidak sadari tetapi mampu kita berikan pada khalayak sungguh penting.

Arto Soebiantoro menyebutnya sebagai Barrier to Entry. Merek yang memiliki Barrier to Entry tinggi cenderung sulit ditiru. Itu merupakan hasil dari sebuah inovasi, sehingga orang lain dengan mudah melirik merek kita untuk dicoba. Barrier to Entry yang dirasakan orang adalah kekhasan produk kita, keasliannya, rasionalitas, dan rasa emosional yang terpantik ketika orang lain menggunakan produk kita. Membuat Branding produk melalui Barrier to Entry seperti membuat kesan pesan yang ingin disampaikan pada seseorang. Barrier to Entry yang bisa menggugah seseorang berpersepsi dan merasakan kebenaran yang ia persepsikan setelah mencoba produk kita sangat mampu membuat ia menjadi pelanggan setia. Try that!

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 81