Atasi Rasa Tidak Nyaman dengan 4 Hal Ini. Berkembanglah!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 04 Agustus 2017
Atasi Rasa Tidak Nyaman dengan 4 Hal Ini. Berkembanglah!

“Discomfort brings engagement and change. Discomfort means you’re doing something that others were unlikely to do, because they’re hiding out in the comfortable zone” — Seth Godin

Berada di tempat baru, situasi baru, pengalaman baru membuat kita merasa tidak nyaman dengan semua hal yang ada di depan mata. Tentu saja, kita bertemu dengan pelbagai tampilan perdana yang tidak pernah terlihat oleh mata, dan itu tidak nyaman. Wajar jika kita merasakan ketidaknyamanan yang masih terkendali karena bayi pun menangis ketika melihat orang baru. Artinya semua orang, hampir pasti, tidak menyukai ketidaknyamanan.

Seperti yang bisa kita duga, di antara ketidaknyamanan terdapat tambahan pembelajaran, kreativitas, dan sensitivitas pada kualitas diri yang berbeda dibanding ketika kita berada pada rutinitas dalam zona nyaman. Simak empat cara mengatasi ketidaknyamanan saat melangkah keluar dari zona nyaman ini menurut Sujan Patel, Growth Marketer & Co-founder of Web Profits seperti yang dilansir oleh Forbes.

Clear Your Head

Ketika rasa tidak nyaman memukul detak jantung lebih keras dan menghimpit pikiran kita lebih kuat, tidak ada jalan lain untuk menguranginya selain menghadapinya atau mengalihkan perhatian. Menulis, bercakap-cakap dengan orang sekitar, maupun olahraga bisa menenangkan diri ketika ada gangguan tersebut. Meski sebetulnya, menurut Matthew D Sacchet, fokus kita lebih optimal saat ada gangguan. Pusatkan perhatian pada satu hal dan sengaja abaikan gangguan tersebut.

Identifikasi Sumber

Setiap ketidaknyamanan pasti memiliki penyebab. Mencari penyebab tersebut bisa dengan melihat situasi apa yang memicu perasaan tidak nyaman dan awkward. Apakah itu berarti Kamu takut ditolak dari lamaran kerja pertamamu? Merasa malu berada dalam sorotan kamera video? Kenali dari mana asalnya, sehingga Kamu bisa melegitimasi dan bertindak menyelesaikan masalah itu.

Reflect

Pikirkan ketika sedang melakukan apa rasa ketidaknyamanan tersebut muncul? Terkadang, kita perlu mengalami perasaan ketidaknyamanan yang serupa hanya untuk mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Inilah kesempatan mengingatkan diri tentang waktu untuk tumbuh yang berasal dari situasi ketidaknyamanan sebelumnya.

Ambil Risiko

Ketidaknyamanan, ketakutan, atau ketidakpastian bersifat melumpuhkan. We can’t do anything about it. Namun, itulah titik di mana kita mulai mendengarkan keraguan diri sendiri dan orang lain. Tidak ada cara yang lebih baik untuk menyelesaikan proses melewati ketidaknyamanan ini selain bergerak melampaui hal-hal yang menahan kita. Rangkul ketidaknyamanan atas situasi serta lebih selektif tentang bagaimana, kapan, dan mengapa kita bisa mengatasi ketidaknyamanan serta merubahnya menjadi sesuatu yang menguntungkan.

 

“The biggest risk is not taking any risk. In a world that’s changing really quickly, the only strategy that is guaranteed to fail is not taking any risks — Mark Zuckerberg

 

 

 

 

  • view 83