Belajar Penguatan Strategi Bisnis dari 5 Kisah Film Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 04 Agustus 2017
Belajar Penguatan Strategi Bisnis dari 5 Kisah Film Ini

Bermimpi mengendalikan dunia bisnis mungkin menjadi salah satu mimpi terbesarmu, Inspirator. Walaupun nyatanya perjalanan meniti jalan takdir yang sesungguhnya tidak semulus dalam mimpi maupun dalam film, terdapat film dan kisah hidup yang benar-benar mampu memompa kembali semangatmu untuk cadangan bahan bakar di masa depan. Berikut lima kisah luar biasa yang bisa dijadikan pelajaran berharga dalam menata karier bisnis bersamaan dengan menjalani kehidupan pribadimu.

Crocodile in The Yangtze (2012)
Film dokumenter yang berkisah tentang Jack Ma, guru Bahasa Inggris asal China, yang terjun ke dunia bisnis online dan membuat Alibaba.com ini keren. Cerita bergulir sejak Alibaba tumbuh saat transformasi sosial, ekonomi, dan teknologi terjadi di China. Internet entrepreneur pertama dari China yang bersaing melawan raksasa bisnis internet eBay ini memulai usahanya dengan bermarkas di apartemen kecil sebelum menjadi perusahaan kelas dunia dengan pekerja sebanyak 16.000 orang. Film ini cukup membuat kita berpikir, “Kalau dia bisa, aku juga pasti bisa!”.

The Wolf of Wall Street (2013)
Film ini masuk kategori film inspirasi bisnis yang cukup melelahkan karena berdurasi tiga jam. Perjalanan panjang Leonardo DiCaprio pemeran Jordan Belfort, pialang saham Wall Street di tahun 1987, ia mencoba membuat perusahaannya sendiri, Stratton Oakmont. Lika liku bisnisnya sangat digambarkan secara nyata ketika ia menipu investor-investor kaya dan dilengkapi dengan cuplikan gambaran sensasi hedonis. Namun, sangat mengajarkan kita betapa pentingnya strategi dalam berbisnis untuk mempertahankan kerajaan bisnis yang sudah dibangun dengan susah payah.

Nightcrawler (2014)
Jake Gyllenhaal, berperan sebagai Lou Bloom dalam film tentang seorang pebisnis reality video yang menjual video rekamannya pada media untuk ditayangkan menjadi tajuk utama. Lou Bloom mengawali bisnis medianya tidak dengan jalan normal meminta investor untuk membiayai bisnisnya. Ia mencuri agar bisa memiliki alat-alat perekam serta radio polisi untuk bisa meliput kejadian kriminalitas terkini yang bisa dijual pada media besar dengan bayaran tinggi. Film ini cukup menegangkan, dingin, dan mengajarkan banyak hal tak terduga untuk bisa diaplikasikan pada bisnis kita. Salah satunya, jangan pernah berhenti mempelajari banyak hal rinci.

Gone Girl (2014)
Di Carthage, Mo., mantan penulis Nick Dunne (Ben Affleck) yang berbasis di New York dan istrinya yang glamor, Amy (Rosamund Pike) mempresentasikan sebuah potret pernikahan yang penuh kebahagiaan kepada publik. Namun, saat Amy absen pada ulang tahun pernikahan kelima pasangan itu, Nick menjadi tersangka utama dalam kepergiannya. Kenyataan tersembunyi yang ditampilkan secara perlahan, tekanan polisi, kebingungan, dan alur cerita yang sebenarnya tidak berfokus pada performa bisnis tetap membuat kita berpikir. Bisnis bukan hanya tentang jual beli, tetapi juga tentang mempertahankan untuk tetap menjadi pemilik status kepemilikan bisnis.
 
Joy (2015)
Film tentang gadis muda (Jennifer Lawrence), dari sebuah keluarga miskin yang cerdas mendirikan sebuah dinasti bisnis dan menjadi seorang matriark dalam dirinya sendiri. Isu gender dan ketimpangan yang dihadapi pada perempuan sejak dahulu dibahas dalam film ini. Betapa tidak mungkinnya seorang perempuan menyambut mimpinya karena situasi sosial, menghadapi pengkhianatan, melupakan keluguan murni seorang perempuan, ditinggalkan bekas luka cinta. Joy, perempuan itu, mampu menjadi pemimpin bagi keluarga dan perusahaannya. Film ini mengajari kita bahwa sekutu menjadi lawan dan musuh menjadi sekutu, baik di dalam maupun di luar keluarga, bisa saja terjadi. Epik!
 
 


 
 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 88