Dominasi Pasar Bisnis, Kenali 2 Strategi Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 04 Agustus 2017
Dominasi Pasar Bisnis, Kenali 2 Strategi Ini

Tidak bisa dihindarkan lagi, ketika bisnis sudah berada di jalurnya, berebut pasar dengan perusahaan lain untuk membuat masyarakat luas menggunakan produk atau jasa kita adalah hal biasa. Bersaing melalui berbagai inovasi agar dagangan mendarat di tangan konsumen dengan sempurna menjadi fokus utama. Penawaran paling menarik dijejalkan pada konsumen. Namun, setiap persaingan pasti memiliki strategi masing-masing yang diharapkan mampu menyaingi dominasi pasar.

Menurut Peter Yannopoulos, Associate Professor dari Brock University, untuk bisa berkompetisi dengan pesaing pasar lain, ada dua strategi yang bisa kita gunakan kapanpun jika dibutuhkan, yaitu strategi defensif dan strategi ofensif. Sounds familiar? Mirip dengan strategi di pertandingan-pertandingan  olahraga, ya. Tapi tak hanya arsitek lapangan olahraga yang menggunakan strategi tersebut, para Ahli Ekonomi, Bisnis, Manajer, Direktur, seringkali menggunakan dua strategi ini untuk menjaga bisnisnya agar selamat dari terkaman pemangsa bisnis yang sudah lebih dahulu berada di arena.

Strategi Defensif

Defense artinya pertahanan. Strategi ini digunakan pebisnis untuk mempertahankan posisi mereka. Strategi defensif dibagi dua, pra-entri dan pasca-entri. Menurut Prof.Dr. Faisal Afiff, SE. Spec.Lic, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran, tujuan utama strategi defensif yaitu mencegah pesaing potensial baru masuk ke pasar bisnis dan melumpuhkan semangat sehingga pesaing bisnis enggan melakukan serangan. Misalnya, dengan menghembuskan isu bahwa keuntungan dari investasi yang diperoleh setelah berbisnis tidak menjamin mampu mengembalikan jumlah investasi awal.

Pebisnis yang lebih dulu ada di kancah bisnis dapat melakukan strategi defensif pra-entri untuk pesaing yang belum melakukan investasi pada industri atau belum membuat komitmen substansial. Setelah pesaing sudah memasuki arena bisnis, strategi defensif pasca-entri yang diluncurkan oleh pebisnis kelas kakap adalah mengeluarkan merk andalan dan, menurut Prof.Dr. Faisal Afiff, SE. Spec.Lic, strategi palang penangkis (perang harga), seperti “menjual murah” atau memberikan kemudahan pada konsumen setianya agar tetap bertahan pada produknya.

Strategi Ofensif

Strategi ofensif adalah strategi pengeluaran serangan untuk meningkatkan posisi kompetitif dengan cara mengambil pasar dari pihak pesaing. Serangan yang dikeluarkan bisa berupa serangan langsung, seperti membuat produk atau jasa baru untuk segmen pasar yang berbeda, dan atau serangan tidak langsung, seperti berpindah segmen pasar untuk menghindari pesaing besar yang sudah ada. Serangan langsung dan tidak langsung perlu dilakukan sesuai timing situasi serta kondisi.

Jika ingin menghadapi rival yang unggul dari berbagai sumber daya, sebaiknya hindari serangan langsung untuk menghindari risiko dari serangan frontal yang dilakukan oleh rival. Namun, ketika kita memiliki sumber kelemahan yang ada pada pesaing terkuat di pasaran, boleh jadi roda kepemimpinan akan beralih ke perusahaan kita. Kelemahan itu bisa berupa adanya kerusakan citra jika harga yang diberikan diturunkan maupun hilangnya kepercayaan konsumen pada produknya.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 80