Apakah Kamu Sudah Memilih Dua Pilihan Ini dengan Benar?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 03 Agustus 2017
Apakah Kamu Sudah Memilih Dua Pilihan Ini dengan Benar?

Kamu bisa memilih untuk tidak melakukan apapun. Tetapi jika kamu memilih pilihan yang baik, pilihanmu tidak akan membawamu ke tempat yang lebih buruk untuk membuatmu gagal membandingkan mana hal terbaik. Dan Waldschmidt, Business Strategist, sangat percaya bila datangnya kesuksesan dimulai dari diri sendiri saat kita mulai memilih pilihan yang lebih baik, bukan hanya pilihan besar dan signifikan. Pilihan untuk belajar hal-hal baru atau membuang waktu dengan berdiam diri karena berpikir “Bolehlah istirahat sebentar saja” itu akan membawa kita pada satu hasil di masa depan.

Masalahnya, terkadang kita belum menemukan pilihan apa yang harus kita pilih. Apakah saat itu kita masih memiliki pilihan? Teorinya, menurut Patrick Morley dalam bukunya yang berjudul The Man in The Mirror, ada dua klasifikasi pilihan, yaitu kita memilih untuk kebutuhan moral dan memilih untuk prioritas.

Memilih Kebutuhan Moral (Moral Decisions)

Memilih akan lebih mudah jika terdapat pilihan antara yang sudah jelas terlihat baik dan buruk, atau jelas benar dan salah. Menjawab pertanyaan dari pilihan ini membutuhkan integritas tinggi dari seseorang. Hal itu dikarenakan saat memilih pilihan yang salah, jenis pilihan ini memiliki konsekuensi yang tidak menyenangkan. Salah memilih pilihan akan membuat kita dihujat dan diasingkan karena bertentangan dengan norma atau peraturan yang berlaku di lingkungan sekitar. Dampak sosial cukup berat ketika kurang tepat mengambil langkah memilih pilihan yang buruk dan salah.

Memilih Prioritas (Priority Decisions)

Di antara banyak pilihan penting, memilih pilihan prioritas ini menjadi lebih kompleks. Bahkan untuk orang-orang yang terbiasa menyatakan “Ya” pada banyak pilihan setiap hari, seperti para pemilik bisnis. Jenis pilihan ini membutuhkan kita untuk memilih antara benar dan benar. Semua benar. Pilihan-pilihan prioritas juga memiliki pro dan kontra hingga membuat sakit kepala tak tertahankan. Hanya saja, ketika sudah memiliki tujuan untuk dicapai, memilih akan lebih mudah untuk dilakukan.

Selalu bersiap untuk memilih lagi jika keadaan membutuhkan pilihan “segera”. Satu pilihan terpilih tidak membuat kita berhenti mempersiapkan pilihan saat itu juga, perlu ada alternatif pilihan lain yang siap menjadi rencana utama. Pilihan lainnya yang juga benar akan diperlukan sewaktu-waktu. Selain itu, dibutuhkan keterlibatan berbagai sumber daya dalam menentukan mana yang lebih benar untuk dijalani saat ini. Sumber daya tersebut bisa berupa para ahli beserta saran-sarannya maupun data riset. Selamat memilih!

 

  

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 20