Cerita di Balik Kutipan Hari Kemarin

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 03 Agustus 2017
Cerita di Balik Kutipan Hari Kemarin



Semua kutipan yang melarang kita kembali ke masa lalu kadang secara otomatis membawa kita ke satu titik di masa itu. Kita pasti pernah terpikir, apa yang selama ini telah kita lewati sudah benar atau belum? Seandainya belum benar, kita senang sekali membuat diri ini lari-lari kembali ke masa itu. Masa dimana setiap menitnya hanya bisa muncul kembali di alam pecahan memori yang bergumul di satu tempat. Masa dimana setiap menitnya seperti satu jam penuh. Masa dimana kita bisa memperbaiki pecahan cermin yang sudah terlindas motor, ketika ia memaksakan diri melewati trotoar-trotoar kenangan kita, di tempat kita berdiri memandangi apa yang menarik kala itu.  

Nyatanya benar, kembali ke masa itu cukup menghabiskan banyak waktu kita saat ini. Semua yang ada saat ini lebih penting dibanding dengan kembali ke masa lalu untuk benar-benar memperbaiki semuanya. Namun, “masa lalu, biarlah masa lalu” tak sepenuhnya benar.



Pikiran kita bisa lebih kuat dari kekuatan kereta yang ditahan oleh Superman dan kekuatan Superman itu sendiri. Pastinya, keduanya jika digabungkan lebih lemah dibandingkan kemampuan pikiran kita. Sayangnya pernyataan kuat dan lemah sering ditentukan oleh kuasa lingkungan sekitar kita. Kamu setuju statement itu? Aku tidak. Pikiranku punya diriku sendiri. Diriku punya pikiranku sendiri. Begitupun dirimu. Di atas segala hal buruk kemarin dulu yang membuat diri ini kehilangan pikir, di sana terdapat kekuatan yang membuat kita sangat berkuasa. Hal paling mustahil sekalipun bisa membuat banyak diri lebih hidup, diawali dengan pikiran kita. Lepaskan energi-energi yang melemahkan, don’t feel it. Get ready before it’s coming.



Kutipan-kutipan motivasi bisa untuk siapa saja. Just because it seems like a girl thing, strong man doesn’t need some is a hilarious joke. Anggaplah seekor ulat bulu itu bisa berjenis kelamin apa saja. Kita perlu mengingat, kehancuran dan kemenangan pun tak pandang bulu, hanya memandang ulat. Ulat yang sewaktu-waktu bertransformasi. Ketika kita menganggap diri kita, yang hanya ulat ini, sudah harus mati pergi digulung debu, ingatlah itu hanya bagian dari masa lalu kita. Esok hari kita akan terbang jauh.
 
Apakah benar penting jika kita mencari “sisa tubuh masa lalu” itu dan membuat diri ini mati dua kali? Tenang saja, kebutuhan masa depan dan takdir sudah menunggu. Pikiran manusia lebih kuat dari sembilan nyawa kucing kampung di sebelah sana, ia bisa mati berkali-kali dan bangun lagi ribuan kali. Kesimpulannya, maukah kita mati sebelum waktunya? 


Ya, Kamu bisa memilih untuk tidak mati lagi hari ini karena dirimu sendiri. Learn to Fly
 

  • view 101