Tips Membangun Koneksi ialah Mendengarkan Lebih Jauh

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 02 Agustus 2017
Tips Membangun Koneksi ialah Mendengarkan Lebih Jauh

Menurut Joshua Freedman, mendengarkan artinya menginvestaskan waktu untuk lebih mengerti emosi-emosi yang dimiliki oleh manusia. Saling mendengarkan serta menggali lebih jauh melalui percakapan membuat kita bisa memahami orang lain, tidak “hanya mengetahui” sebagian kecil dari orang tersebut. Ketika orang lain mau mendengarkan, perasaan kita jadi lebih nyaman dan merasa dimengerti. Berikut terdapat tiga langkah praktis untuk bisa lebih mendengarkan orang lain, menurut AJ Harbinger, founder The Art of Charm.

Latihan Mendengar

Lebih banyak orang senang berbicara, terutama tentang kesukaannya terhadap sesuatu, yang mungkin berulang kali ia katakan. Mendengarkan pembicaraan dengan aktif tidaklah mudah. Mendengarkan dengan aktif merupakan sebuah proses di mana seorang pendengar merespons pembicara dengan aktif memproses, menyatakan ulang, dan menanggapi apa yang telah mereka dengar.

Melatih kata-kata dan bahasa tubuh yang kita gunakan adalah bagian dari keterampilan mendengarkan aktif. Kata kunci dari mendengarkan secara aktif yaitu dengan merespon pembicara menggunakan pertanyaan terbuka, lalu dengarkan lagi tanggapannya, lanjutkan dengan mengajukan pernyataan terbuka, bukan pertanyaan.

Menghubungkan Emosi

Setelah mengetahui apa yang orang lain katakan, perhatikan perasaan orang tersebut ketika mereka membicarakan sesuatu. Demi menghindari menceritakan diri sendiri ketika kita sedang berlatih untuk bisa mendengarkan lebih banyak, ajukan lagi pertanyaan. Ikut pikirkan dan rasakan apa yang orang lain sedang katakan.

Mendengarkan bagi banyak orang perlu diakhiri dengan tanggapan logis dan masuk akal. Namun, cara paling mudah untuk membawa percakapan lebih jauh dan terhubung agar lebih saling mengenal, bisa dengan menduga-duga bagaimana perasaan orang tersebut saat mengalami hal-hal yang diceritakan. Di balik semua yang dikatakan seseorang, apakah itu fakta atau opini, ada emosi yang terkait dengannya. Sehingga, kita perlu mengembangkan juga kemampuan berempati pada orang lain.

Humor, Hanya Jika Perlu

Walaupun ketika membuat orang lain tertawa bahagia akan menyenangkan, kita tidak tahu apakah lelucon yang kita berikan pada orang lain cukup renyah untuk dia terima atau tidak. Humor yang berlebihan terkadang dapat menggagalkan bangunan percakapan yang telah dibuat. Anggaplah humor sebagai bumbu dalam percakapan, bukan sebagai main dishes. Ketika kita tidak bisa mendengarkan dengan efektif saat terlalu mengeluarkan banyak lelucon, usaha menebar jaringan akan sulit dilakukan. Pilah-pilih bahan pembicaraan untuk mencairkan suasana dengan humor ringan.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 115