Siasati Stresmu Sendiri. Perlukah Menebar Teror?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 02 Agustus 2017
Siasati Stresmu Sendiri. Perlukah Menebar Teror?

Percayalah, semua orang pasti pernah di-PHP-in orang lain. Para pemberi harapan palsu bisa siapa saja, mulai dari orang tua, teman, gebetan, hingga keadaan. Seringnya, pemberi harapan palsu itu keadaan ketika seolah-olah suatu hal sudah pasti jadi, ternyata tidak jadi! Keadaan ketika pasanganmu membatalkan rencana-rencana indah bersama, misalnya. Sedih dan mungkin sakit hati, pasti. Apalagi jika terlalu berharap. Wah, stress sering menjadi teman setia!

Definisi secara ilmiah tidak mendefinisikan PHP (pemberi harapan palsu) sebagai suatu keadaan, tetapi sebagai stressor atau pembuat stress bagi seseorang. Umumnya, stress berarti kondisi seseorang yang memiliki harapan berbeda dengan realita di depan mata. Stress, menurut The American Institute of Stress, merupakan kondisi subjektif di masing-masing orang. Karenanya, Kamu mudah melihat macam-macam tingkah banyak orang dalam merespon dan bertahan menghadapi stress tersebut.

Nobody can make you feel inferior without your consent – Eleanor Roosevelt

Ingat orang-orang yang ditolak cintanya lalu gantung diri? Atau baru-baru ini, orang-orang yang ditolak cintanya meneror si tukang PHP dengan pesanan makanan dalam jumlah besar setiap hari? Kedua hal itu adalah bentuk penyelesaian masalah atau coping stress ekstrem. Biasanya coping stress memiliki dua cara, yaitu, menurut Centre for Studies on Human Stress, menyiasati masalah dan menghadapinya (problem-focused strategy) atau mengelola emosi terhadap masalah yang terjadi pada kita, bukan pada penyelesaian masalah (emotion-focused strategy).

Namun, terkadang kita memilih strategi coping yang tidak efektif untuk digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, tentukan pilihan untuk tidak terlalu bereaksi pada ekspektasi yang bisa mengalami kegagalan. Terimalah diri sendiri dan orang lain dengan apa adanya, tanpa memaksakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Tetap usahakan boleh saja, tapi baiknya sembari melanjutkan hidup dengan mengambil pandangan paling objektif dari penyebab stres yang bisa diterima akal sehat. Sampaikan apa yang bisa Kamu sampaikan untuk menghindari ledakan emosi di kemudian hari akibat timbunan emosi negatif. Selalu kembangkan kemampuan pengendalian diri, ya, Inspirator!

Recognize that the best version of yourself should be your vision, not anybody else’s – Ken Mazaika

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 36