Kamu yang Tentukan, Butuh Lebih Banyak Waktu atau Uang?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Renungan
dipublikasikan 31 Juli 2017
Kamu yang Tentukan, Butuh Lebih Banyak Waktu atau Uang?

Pepatah bijak berkata, “Waktu adalah uang”. Logis bila kita menyimpulkan waktu dan uang adalah hal yang sama pentingnya untuk menjadi masukan sumber daya. Alih-alih menganggap keduanya terletak pada satu kotak kebutuhan, keduanya tidak bisa kita taruh bersamaan mengisi puncak prioritas. Menurut Kevin Loria, orang yang lebih bahagia membuat keputusan penting tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka. Bagaimana denganmu?

Umumnya kita merasa hidup dengan kekurangan waktu, terutama ketika menyelesaikan banyak tuntutan yang mampu menghabiskan waktu 24 jam seperti baru satu jam. Saat itu stres sedang melanda. Banyak peneliti dan psikolog menerima kesimpulan yang sama ketika meneliti orang-orang dengan stres tinggi, depresi, seperti pekerja yang burnout. Mereka cenderung tidak puas dalam menjalani kehidupannya.

Ashley V. Whillans melakukan penelitian dengan responden sebanyak 6000 orang AS, Kanada, Denmark, dan Belanda tentang uang, waktu, dan kebahagiaan. Ia menemukan kebahagiaan ketika responden mampu menghemat waktu walaupun perlu menghabiskan banyak uang. Misalnya, mereka lebih memilih menghilangkan tugas sehari-hari seperti berbelanja, membersihkan rumah, dan memasak untuk meningkatkan waktu luang. Ketika seseorang diminta untuk datang lebih cepat dalam situasi gangguan kereta, orang yang berani mengambil risiko akan menaiki ojek sebagai alternatif perjalanan dan mendapatkan kebahagiaan saat datang tepat waktu.

Kesimpulan penelitian dari jurnal Social Psychological and Personality Science, seperti pada banyak penelitian di bidang psikologi sosial lainnya, uang tidak lebih berarti jika kita tidak mempunyai banyak waktu luang. Perasaan itulah yang kita rasakan setiap kali mempunyai uang berlebih tetapi tidak memiliki waktu yang cukup untuk menikmati hidup. Bekerja sampai larut malam lebih memungkinkan pencapaian tertinggi untuk karir dan isi kantong kita, tapi apakah itu akan lebih membahagiakan? Berdasarkan pengalaman banyak orang yang sadar bahwa kepentingan dalam hidup semata-mata bukan hanya uang, mereka akan lebih memilih lapangnya waktu luang untuk dinikmati. You only live once, make it better!

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 130