Menghindari Krisis, Pebisnis Perlu Menjaga Arus Keuangan dengan Cara Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 28 Juli 2017
Menghindari Krisis, Pebisnis Perlu Menjaga Arus Keuangan dengan Cara Ini

You might get 85 years on this planet- don’t spend 65 paying off a lifestyle you can’t afford” – Cait Flanders

Banyak krisis pada pebisnis yang bisnisnya terhenti atau pebisnis yang belum berani memulai bisnisnya karena alasan finansial. Menyoal hal itu, bisnis dan alokasi keuangan sehari-hari tidak pernah bisa dilepaskan. Pernah mendengar isu ada orang-orang di etnis tertentu sangat pelit karena hidupnya sangat hemat? Isu tersebut membawa kita untuk mengingat banyak pepatah kuno yang menyebutkan tentang frugality atau hidup hemat membawa seseorang untuk sejahtera di kemudian hari, dalam berbisnis pun pandangan hidup itu masih relevan.

Ketika bermasalah dengan arus kas dan segalanya menjadi gelap, kita pasti berpikir untuk melindungi imunitas keuangan agar tidak merasakan kembali masa-masa pahit terkait uang. Menurut Tim Sernett, sebelum membangun tembok imunitas, pastikan kita memahami ancaman atau potensi terbesar yang bisa merusak cash-flow.

Keakuratan Pelaporan Keuangan

Analisis pelaporan keuangan setiap hari untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat perlu dilakukan. Melihat posisi sumber daya uang kita sedang berada di bank atau tempat kredit mana, menangguhkan piutang pelanggan (jika ada, termasuk catatan atas umpan balik dari pelanggan yang telah jatuh tempo tersebut), status persediaan sumber daya dengan informasi tentang pesanan pembelian dan pesanan balik, serta perubahan arus kas besar yang akan ada dalam jangka pendek. Idealnya, analisis laporan keuangan ini perlu ditinjau ulang item ini setiap minggu agar sadar tentang masalah uang dalam jangka pendek.

Wawasan Divisi Keuangan

Setiap pemilik bisnis harus memikirkan target margin laba kotor sebelum mengarahkan tim penjualan, manajer proyek, manajer divisi atau manajer pembelian. Memahami margin keuntungan kotor-oleh divisi, berdasarkan pekerjaan, berdasarkan lini produk-dapat membantu mempertahankan, menguntungkan, dan melindungi arus kas bisnis. Termasuk bisa menghindarkan kita dari “lapar mata” membeli barang-barang baru untuk mengembangkan bisnis saat belum benar-benar membutuhkan.

Proyeksi Laporan Keuangan

Proyeksi laporan keuangan dengan membuat neraca dan laporan laba-rugi mampu melihat bagaimana rencana pertumbuhan bisnis kita akan mempengaruhi posisi kas selama setahun ke depan. Proyeksi laporan keuangan tersebut harus diperbarui setiap bulan dengan melihat minimal 12 bulan. Intinya, kita perlu selalu tahu berapa lama dan berapa banyak uang tunai yang akan dibutuhkan, kapan akan dibutuhkan, dan dari mana asalnya.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 68