Kamu Tertipu dengan Kesempurnaan “Ini Cantik” dan “Ini Ganteng”

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Renungan
dipublikasikan 26 Juli 2017
Kamu Tertipu dengan Kesempurnaan “Ini Cantik” dan “Ini Ganteng”

Semua orang diajarkan sejak kecil untuk menjadi sebaik-baiknya orang dalam dalam berbagai hal. Sebagian mengartikan “sebaik-baiknya” sebagai kesempurnaan dan menghakimi orang-orang yang tidak sempurna. Mudahnya, bagi beberapa orang, cewek cantik itu jika berkulit putih bersih, memiliki mata yang bulat besar, berhidung mancung, bergigi rapi, berwajah tirus, dan berbodi aduhai.

Begitu juga cowok ganteng, selain beberapa tampilan fisik di atas, otot bisep yang terpelihara menampilkan kekuatan dalam sekilas pandang, memiliki tinggi lebih dari ceweknya, dan wangi tubuhnya segar menjadi sesuatu yang ideal. Terkadang embel-embel tambahan menyakitkan membuat seorang cowok dan cewek itu bisa seperti apa yang kita bayangkan sebagai cantik-ganteng atau keren-tidak keren.

Selain itu, contoh kesempurnaan itu kadang rumit. Sempurna didapatkan dari proses tempaan rasa sakit luar biasa, seperti emas di dalam tanah bersama batuan yang harus dipisahkan dari “keluarganya” di tanah untuk dihancurkan menjadi bentuk lelehan. Lalu akhirnya menjadi kilauan berbentuk batang seperti ilustrasi dalam film-film laga. Namun, pada sesuatu yang terlihat dari luar saja, terkadang terasa kesempurnaan itu hanya mitos.

Nathan Cranford pun sepakat dengan adanya fakta bahwa secara fisik, di antara kesempurnaan bawaan seseorang, ada ketidaksempurnaan pada tubuh manusia, terlihat dari mata dan rahang seseorang. Apa yang di tafsirkan oleh mata manusia bisa berbeda. Sesuatu yang terlihat indah, bisa ditafsirkan di otak menjadi sesuatu yang B aja (biasa saja). Pengaruh-pengaruh dari penglihatan mata pun bisa ditipu dengan tambalan sana sini, melalui touch up fisik maupun rekayasa psikologi. Pernah dengar Psychology of Choice? Psychology of Design? Psychology of Colour? Atau Psychology of Fraud? Tunggu artikel selanjutnya, ya, Inspirator!

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 91