Resisten Diri dari Distraksi dengan 4 Cara Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 25 Juli 2017
Resisten Diri dari Distraksi dengan 4 Cara Ini

Akhir-akhir ini fokusmu mudah terganggu karena suatu hal baru yang lebih menarik dibandingkan dengan kegiatanmu sekarang? Atau kamu memiliki rencana yang tak kunjung dilaksanakan karena tidak stick to the plan? Menurut Eric Barker, saat mengalami kondisi di atas sebenarnya kita menjadi seseorang yang reaktif atas keadaan.

Perihal itu menjadi permasalahan sejak lama karena otak kita sedang malas bekerja. Sehingga, kita ikut malas juga. Otak kita “malas” untuk menghemat energi yang akan dikeluarkan. Caranya adalah melakukan sesuatu yang memberi pilihan termudah. Hmm, akhirnya kita tahu, ya, mengapa terkadang ketika kita memiliki rencana sempurna dan ingin mengikutinya, tetapi selalu ada saja kondisi yang seolah “melawan” untuk menggagalkan rencana-rencana tersebut. Lalu solusinya bagaimana?

Rekayasa Keadaan

Menurut Brian Wansink, seorang ahli perilaku, pengendalian diri agar fokus memerlukan pengaturannya tersendiri. Dari penelitiannya tentang perilaku makan seseorang, diketahui bahwa orang-orang akan lebih sedikit makan jika makanannya jauh dari jangkauan dirinya. Begitu pun yang terjadi sebaliknya, makanan yang dimakan akan lebih banyak jika penempatan makanan tersebut berada di dekat kita. Jika kita ingin fokus bekerja tanpa membuka handphone untuk sekadar chatting, misalnya, kita bisa menjauhkan dahulu gadget kesayangan agar fokus.

Tetap Tenang

Setelah melakukan rekayasa tersebut gangguan masih selalu muncul kembali? Yang perlu dilakukan adalah tetap tenang, Inspirator. Beri gangguan itu kemenangan sebentar saja selagi kita menahan serangan untuk tidak melakukan rencana ideal kita. Marcus Aurelius dan Albert Bernstein dalam dunia Barat mendukung kita untuk menenangkan diri ketika suasanya sedang “panas” karena distraksi sambil mengingat kembali tujuan kita dan membuat keputusan terbaik. Neuroscientists pun setuju. Bagian otak kita akan “offline” sementara ketika tekanan datang menghampiri sehingga membuat kita bodoh sementara. Jika dilanjutkan, bisa bahaya, lho.

Pikirkan Tujuan

Stick to the plan. Pastikan hal yang paling penting bagi diri kita tetap menjadi hal yang paling penting. Menurut Eric Barker, berpikir tentang tujuan jangka panjang saat kita tergoda oleh gangguan memberi otak rasa kontrol dan bisa melepaskan dopamin yang akan membuat diri kita merasa lebih baik dan lebih termotivasi. Dopamin di nucleus accumbens bisa mulai membuat kita merasa lebih baik tentang apa yang sedang kita lakukan.

Buat Keputusan yang Disengaja

Walaupun menolak dorongan atas rasa malas itu sangat sulit, menurut Alex Korb, mengambil satu langkah kecil ke arah tujuan kita bisa membuatnya mulai terasa lebih mudah digapai. Filsuf Stoic Epictetus mengatakan, “Jika seseorang menyerahkan tubuh Anda ke orang yang lewat, Anda akan sangat marah. Namun, Anda menyerahkan pikiran Anda kepada siapa saja yang datang. Mereka mungkin akan menyiksa Anda serta membiarkanmu terganggu dan bermasalah - tidakkah Anda merasa malu?”

*Dikutip dari The Ladder.

  • view 42