Ayo Berganti Menu Makanan! Makanan Lokal Asli Indonesia Bukan Nasi

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Kuliner
dipublikasikan 24 Juli 2017
Ayo Berganti Menu Makanan! Makanan Lokal Asli Indonesia Bukan Nasi

Harga-harga makanan saat ini variatif, ada yang bisa membuat kita menghabiskan gaji beberapa bulan karena berharga tidak wajar dan ada yang bisa membuat kita berbagi ke anak-anak tak mampu di sepanjang jalan. Memang, makanan tak harus mahal, yang penting bisa mencukupi kebutuhan gizi harian. Tetapi jika makanan yang ada di pasaran sudah relatif mahal hingga banyak orang-orang kelaparan, tentu semua menduga ada ketidakwajaran. Entah karena sistem suplai makanan yang berputar-putar hingga membuat harga mahal atau pengetahuan kita akan diversitas makanan masih minim.

Sering mendengar ceplas-ceplos orang Indonesia kalau belum makan nasi, belum kenyang? Atau sudah makan roti dan kentang belum disebut makan sebelum makan nasi? Suara-suara itu ternyata berawal dari datangnya para pedagang dari India yang membawa beras hingga dianggap sebagai makanan pokok bangsa Indonesia. Menurut Prof. Nadirman Haska, peneliti sagu Indonesia, makanan asli Indonesia sebenarnya adalah sagu, aren, lontar, nyiur, dan singkong (ketela) sebelum ada budidaya beras, jagung, maupun gandum.

Terlepas dari isu harga-harga makanan yang melambung sejak lama dan membuat ibu-ibu rumah tangga lebih cepat mengomel serta berubah menjadi Godzilla, kita perlu menyadari bahwa kebutuhan pokok sehari-hari tidak baik bagi tubuh jika konsumsinya hanya itu-itu saja. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terlalu banyak nasi, kentang, maupun karbohidrat lain yang masuk ke tubuh kita dan menjadi gula tatkala sampai dalam tubuh dapat berbahaya, terutama bagi otak.

Meski gula dalam kadar tertentu mampu membuat fokus otak bertambah, selain gula, otak kita membutuhkan makanan pokok lain, seperti protein, vitamin, zat besi, omega-3, hingga antioksidan untuk mendukung kinerja memori dan mendapatkan fokus maksimal. Istilah food combining mungkin sudah tidak asing di dengar. Mencampur makanan mengandung karbohidrat tanpa protein dan vitamin seperti memakan nasi dengan mie, misalnya, sudah tidak sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Istilah 4 sehat 5 sempurna saat ini juga sudah jarang didengar dan mendapat pembaruan seiring dengan temuan-temuan penelitian.

Makanan asli Indonesia banyak sekali yang murah dan sehat lho, Inspirator. Pintar-pintar memilih dan memasak sendiri, ya, agar kamu lebih irit, sehat, dan produktif.

 

  

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 120