Perlahan Memperbaiki Diri, Masukkan 4 Kebiasaan Ini dalam Hidupmu

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 24 Juli 2017
Perlahan Memperbaiki Diri, Masukkan 4 Kebiasaan Ini dalam Hidupmu

“When we strive to become better than we are, everything around us becomes better, too” – Paulo Coelho.

Memperbaiki diri sifatnya terus menerus. Walau kadang lelah, sudah merasa memperbaiki diri tetapi tidak ada keadaan yang berubah, mungkin kita belum melakukannya dengan tepat. Menurut Peter Daisyme, dengan memperbaki diri melalui empat cara ini, kita bisa lebih menghargai perjalanan hidup dan otomatis bahagia.

Terlibat dalam Percakapan yang Mendalam dan Berarti

Sudahkah kita berbicara banyak hal dengan orang lain yang enak untuk diajak bicara, dan mampu menemukan separuh diri kita yang hilang? Menurut Christopher Peterson, pembicaraan substantif dengan orang lain melalui obrolan mendalam yang menyenangkan mampu membuat takjub perasaan kita, seperti berbagi pengalaman.

Banyak penelitian pun menemukan bahwa ketika orang lain mengetahui pengalaman baru dan unik karena interaksi sosialnya, terlepas dari seuatu yang bersifat material, seseorang akan bahagia. Membangun komunikasi mendalam dan menemukan arti di dalamnya kadang tak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Mulailah dengan keterlibatan kita dengan sesuatu yang berkontribusi untuk komunitas kita. Selanjutnya percakapan tersebut akan mengalir dengan sendirinya.

Menghargai Diri Mereka Sendiri

Sebelum bisa memulai percakapan mendalam yang seimbang dengan orang lain, tanpa lebih narsis dengan diri sendiri, kita perlu menghargai diri sendiri. Manjakan diri untuk kehidupan yang lebih baik agar mampu memerankan peran penting. Perlakuan baik pada diri kita akan menular pada perlakuan diri kita untuk orang lain, lho. Menurut Gretchen Rubin, kebiasaan sehat ini mampu membuat kita menjadi seseorang yang lebih dewasa serta mampu mengendalikan diri sendiri, termasuk nantinya mampu memperlakukan semua orang dengan hormat dan baik hati.

Menikmati Saat Ini

Detik yang kita miliki hari ini hanya ada untuk hari ini. Detik di hari kemarin dan hari esok adalah detik yang berbeda. Perbedaan rasa pasti biasa. Ungkapan “stop and smell the roses” selalu cocok dengan langkah-langkah perbaikan diri kita yang satu ini. Kesibukan setiap hari terkadang membuat kita lupa bahwa hidup lebih indah dari kesibukan-kesibukan kita. Menurut Peter Daisyme, berhenti untuk menikmati keindahan dan hal-hal kecil dan menakjubkan dalam hidup dapat mengarahkan diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih lagi jika kita mampu melepaskan dendam tanpa mengingat kembali tentang luka.

 


*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 81