Menghidu Makanan Bisa Membuat Berat Badanmu Bertambah, Lho

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 20 Juli 2017
Menghidu Makanan Bisa Membuat Berat Badanmu Bertambah, Lho

Fungsi hidung akan sangat maksimal ketika kita kelaparan dibandingkan saat tubuh penuh dengan makanan. Ketika kita sedang flu, nafsu makan cenderung berkurang dan terasa tak menikmati makanan dengan nikmat. Saat kemampuan menghidu berkurang karena flu yang menyerang, kenikmatan saat mengonsumsi makanan otomatis hilang. Nafsu makan berkurang saat hidung kehilangan fungsinya, begitu pun sebaliknya. 

Kemampuan hidung yang rusak wajar jika mempengaruhi nafsu makan tersebut. Itu terjadi karena sensor hidung kita turut berperan dalam proses metabolisme tubuh. Sehingga, ketika kita sedang flu dengan sensor hidung yang terganggu, tubuh kita tertipu bahwa makanan yang kita akan makan seolah-olah sudah termakan. Hal itu semakin wajar jika diketahui peluang seseorang bertambah berat badannya lebih meningkat saat ia mencium aroma makanan di depannya.

Terkait dengan penambahan berat badan, menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of California, Berkeley, bukan hanya karena peningkatan selera makan dari fungsi hidung normal yang membuat seseorang bertambah berat badannya setelah menghidu aroma makanan di depannya. Tetapi karena sel dalam tubuhnya cenderung lebih memilih untuk menyimpan lemak dibandingkan dengan membakarnya ketika seseorang menghidu aroma makanan sebelum makan. Saat tubuh mencari makanan, tubuh menyimpan kalori yang ada jika tidak berhasil. Begitu makanan diamankan dalam sistem pencernaan, tubuh ‘merasa’ bebas membakarnya.

Uji coba penelitian itu dilakukan pada dua ekor tikus. Tikus pertama memiliki gangguan sensori pada hidungnya dan ketika ia diberi makanan maka berat tubuhnya hanya bertambah sepuluh persen dibandingkan dengan tikus yang memiliki sensor hidung yang normal. Tikus yang sudah mengalami obesitas kehilangan berat badan setelah kemampuan membauinya hilang walaupun masih mengonsumsi makanan tinggi lemak. Berat badan yang hilang itu hanya pengurangan lemak, tanpa ada efek pada otot, organ, maupun massa tulang.
 
 
 



 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 59