Dunia Bisnis pun Berperan dalam Memberantas Kasus Bullying. Bagaimana Caranya?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 18 Juli 2017
Dunia Bisnis pun Berperan dalam Memberantas Kasus Bullying. Bagaimana Caranya?

Bullying, fenomena dimana seorang yang merasa superior melakukan tindakan semena-mena terhadap orang lain dengan inferioritas, terjadi seolah tak pernah berhenti. Pemberitaan tentang kasus anak baru yang dirundung, petugas bandara yang dirundung, hingga penyandang disabilitas yang dirundung sangat mudah diakses lewat macam-macam media dan terus masuk dalam aliran pikiran kita.

Melihat fenomena bullying yang terus saja terjadi, tentunya tak hanya menuntut tanggung jawab dari perundung dan orang-orang di sekitar sang penyintas atau korban. Sub-sistem dan stakeholder di sekitar penyintas tersebut pun bertanggung jawab menanggulangi sekaligus mencegah munculnya tunas-tunas perundung dimana ada potensi perilaku menyimpang bullying tersebut.

Dunia bisnis yang berisi komunitas-komunitas pun mampu berperan untuk menuntaskan kasus-kasus rundungan ini. Menurut U.S. Department of Health & Human Services, dalam laman resminya stopbullying.gov, perusahaan dapat melakukan persuasi menyeluruh pada komunitas di sektor bisnis masing-masing agar di dalam perusahaan maupun lingkup kerjanya bisa memunculkan lingungan positif dan sehat untuk belajar dalam berbagai pembelajaran pekerja serta komunitasnya, formal juga informal.

Perencanaan dalam proses operasi bisnis untuk menguatkan kapasitas komunitas pun bisa dilakukan dalam bentuk kerja sama dengan institusi tempat dimana kasus bullying sering terjadi, seperti sekolah, yayasan, maupun lembaga pemerintah. Lembaga-lembaga tersebut bisa bekerjasama membuat persyaratan tertentu agar kasus tersebut tidak terjadi kembali di masing-masing institusi. Kerja sama dalam bentuk donasi atau sponsor maupun kampanye lewat media untuk menggalakkan kesadaran masing-masing anggota institusi agar menghindari perilaku bullying.

Tantangan bagi setiap perusahaan dalam menghadapi kasus bullying ini adalah rekognisi permasalahan, anggaran yang tidak tersedia, dan jaringan untuk membangun komunitas bebas perundung. Permasalahan yang tidak dianggap menjadi masalah bagi pebisnis professional ini pun dilewatkan sebagai peluang dalam pengembangan bisnisnya. Padahal korban bully maupun pembully yang menjadi pekerja di sebuah perusahaan sewaktu-waktu bisa merugikan perusahaan karena pengalaman pada kasus bullying tersebut, lho. Stop bullying!

 

  

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 201