Biasanya, Orang yang Sedang Marah Mengalami 4 Cobaan Ini, Lho!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 17 Juli 2017
Biasanya, Orang yang Sedang Marah Mengalami 4 Cobaan Ini, Lho!

Emosi negatif berbentuk rasa marah yang keluar, menurut Steven Stosny, Ph.D, membawa seseorang tidak menjadi dirinya sendiri, seseorang yang bukan “gue banget”.  Hal itu dipicu oleh banyak faktor dari masing-masing individu. Emosi negatif tersebut, yang tertahan dalam jangka waktu lama, suatu waktu bisa meledak lebih parah dan berbahaya bagi dirinya maupun orang lain, lho. Berikut terdapat empat tantangan bagi kita yang ingin meminimalisasi kemarahan seseorang menurut Steven Stosny dalam Psychology Today ini.

Atribut negatif

Orang-orang dengan rasa amarah serta rasa benci biasanya memunculkan pemikiran sempit dan kaku dalam dirinya. Hal itu diperkuat dengan hanya ada aspek negatif yang diperlihatkan oleh dirinya, seperti kedengkian maupun atribut negatif lainnya.

Identitas diri

Orang yang sedang diselimuti kemarahan melihat diri mereka marah, sadar akan hal itu dan ketika itu juga bereaksi terhadap dunia yang tidak adil dan tersinggung atas insensitivitas orang lain kepada dirinya. Sehingga, biasanya mereka merasa diserang oleh standar tinggi tentang apa yang harus mereka dapatkan dan apa yang harus dilakukan orang lain untuk mereka.

Terkondisi untuk Menyalahkan

Orang yang sedang marah lebih besar berpeluang untuk menyalahkan orang lain dengan keadaan emosionalnya yang tidak stabil. Mereka tidak berdaya atas pengaturan dalam dirinya sendiri, misalnya menjadi tidak percaya diri, penuh keragu-raguan, kehabisan energi, hingga depresi dan menyakiti orang-orang tercinta. Hal itu rentan membuat terjadinya keretakan hubungan bersama pasangan sehingga menjadi tantangan tersendiri ketika seseorang marah.

Narsisme Sementara

Ketika seseorang marah, ia merasa lebih berhak atas sesuatu dan merasa dirinya lebih penting daripada orang lain yang telah merangsang kemarahan mereka. Umumnya, orang yang sedang marah kehilangan rasa empati, dibuktikan dengan kecintaannya pada diri sendiri tersebut serta lebih banyak berpikir ke-aku-an. Tak hanya itu, orang-orang yang sedang marah memiliki rasa percaya diri yang tidak pada tempatnya hingga membuat ia mampu untuk memanipulasi sesuatu.

Keempat hal di atas mungkin sering terjadi pada orang-orang terdekat kita. Namun, sebenarnya orang-orang pemarah tersebut tidak akan sembuh dari rasa amarah yang sulit dikendalikan jika kita sebagai sub-sistem dalam kehidupannya membantu memenuhi dirinya dengan kasih sayang dan menempatkan sisi seorang yang penyayang pada seseorang tersebut.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 56