Lakukan Hal Ini, Kamu akan Lebih Pede!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 12 Juli 2017
Lakukan Hal Ini, Kamu akan Lebih Pede!

Percaya diri untuk melakukan sesuatu tidak selalu mudah. Ada tahapan-tahapan dimana seseorang perlu melakukan berbagai hal hingga ia baru bisa memunculkan percaya dirinya. Orang-orang tertentu juga mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi ketika ia bisa percaya diri, mereka lebih maju beberapa langkah dibanding kita. Simak dan lakukan beberapa hal ini yuk agar rasa percaya diri kita meningkat!

Ritual dan Pesona

Menurut James Dennin, atlet professional yang kita kenal selama ini seperti, Michael Jordan dan Serena Williams, yang memiliki kepercayaan akan hal-hal mistis sebelum bertarung mendapatkan medali. Michael Jordan mengenakan celana pendek studionya di bawah jersey profesionalnya begitu sampai di NBA, Serena Williams memantulkan bola lima kali sebelum setiap servis pertama.

Menurut peneliti dari University of Cologne, orang-orang tersebut menetapkan tujuan yang lebih ambisius, mereka bisa mengungguli orang lain saat mereka sudah merasa memiliki "jimat pesona keberuntungan" bersama mereka sebagai tanda keberuntungan. Hal-hal itu memberi dorongan untuk meningkatkan kepercayaan seseorang setelah digoncang oleh rasa rendah diri.

Power Pose

Beberapa penelitian telah menyarankan adanya korelasi antara postur dan keyakinan kuat atau kepercayaan diri, keyakinan dan kesuksesan karir seseorang. Menurut Amy Cuddy, manfaat dari apa yang disebut pose kekuasaan atau power pose ketika kita bergaya seolah-olah kita yang berkuasa, nyata untuk meningkatkan kepercayaan diri. Menurut Dana Carney, psikolog dari UC Berkeley, pun begitu. Terlebih ketika kita memakai pakaian yang nyaman dan berani bergaya sesuai dengan bayangan kita menggunakan “power pose”, seperti pada gambar di atas.

Buang Kata-Kata Tak Penting

Bagaimana perilaku orang-orang yang tidak percaya diri? Ia berbicara di depan umum dengan kata-kata seperti "um" dan membuat dirinya sendiri terlihat tidak profesional dan tidak yakin dengan dirinya sendiri. Solusinya? Ambil napas. Tidak ada yang salah dengan jeda dramatis sesekali karena, menurut James Dennin, momen diam yang tepat waktu bisa membantu menekankan apa maksud pembicaraan kita, lho. Hindari juga kata-kata rumit yang membingungkan atau kata-kata teknis dimana hanya kita yang mengerti. Saat itu, orang yang diajak bicara bisa bosan dan refleks kita menangkapnya, sehingga perasaan gugup menjadi tak terbendung. Sederhanakan kata-kata kita.

 

 

 *Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 45