Berhenti Membandingkan Diri Sendiri, Lihat Mengapa 6 Alasan Ini Perlu Dihindari

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 11 Juli 2017
Berhenti Membandingkan Diri Sendiri, Lihat Mengapa 6 Alasan Ini Perlu Dihindari

Comparison Kills You.

Di akhir hari biasanya kita teringat akan hal-hal yang baru saja terjadi seharian tadi. Saat itu kesadaran muncul, kita benar-benar lelah tetapi tidak bisa melakukan apa-apa setelah melihat apa yang didapat oleh orang lain. Kesempatan yang lebih besar orang lain dapatkan dibandingkan kesempatan kita, keberuntungan yang berpihak pada orang lain, tak ada apa-apa, selain superioritas orang lain di dalam pikiran kita. Sampai-sampai, waktu untuk istirahat terserap habis setelah kita membandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki.

Membayangkan sepatu orang lain dengan sepatu kita memangkas hak kita untuk hidup tenang. Kita yang memangkasnya sendiri. Sebenarnya dengan penuh kerendahan hati, perbandingan diri sendiri dan orang lain bisa membawa kita pada tahapan yang lebih baik. Namun, ada beberapa hal yang membuat kita perlu menghindari persaingan tidak sehat melalui perbandingan-perbandingan berikut yang bisa kita pikirkan sebelum melakukan perbandingan, menurut Joshua Becker.

Perbandingan selalu tidak adil. Kita biasanya membandingkan hal terburuk yang kita ketahui tentang diri kita dengan hal terbaik yang kita kira orang lain miliki. Bukankah perbandingan yang adil muncul dari kebaikan vs kebaikan dan keburukan vs keburukan?

Perbandingan, menurut definisi, memerlukan pengukuran. Pengukuran jarak, waktu, dan luas bisa menggunakan alat ukur yang valid juga terpercaya. Tapi apakah dirimu dan dirinya secara keseluruhan dapat diukur juga lalu ditetapkan pemenang mutlaknya?

Perbandingan memfokuskan kita pada orang yang salah. Waktu yang kita miliki hanya 86.400 detik setiap harinya. Menggunakan emas-emas waktu kita bisa membuat kita jatuh miskin kehilangan banyak kesempatan dan energi berharga untuk fokus pada kehidupan orang lain, bukan kehidupan kita sendiri.

Perbandingan sering mengakibatkan kebencian. Kemarahan terhadap orang lain dan terhadap diri kita sendiri muncul sesaat setelah kita membandingkan. Hal itu menghilangkan kita dari barisan orang-orang penuh sukacita. Kebencian tersebut sama sekali tidak menambahkan nilai, makna, atau pemenuhan untuk hidup kita.
 
Kamu terlalu unik untuk dibandingkan secara adil. Karunia akan talenta, keberhasilan, kontribusi, dan nilai yang terpancar dari diri kita sepenuhnya unik bagimu, termasuk bagi tujuan hidupmu di dunia ini. Hal itu tidak pernah bisa dibandingkan dengan milik orang lain sampai kapanpun.
 
 
 
 

*Dikutip dari Becoming Minimalist.
 

  • view 108