Rupawan karena Pembawaan Diri, Siapa yang Bisa Menolak?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 11 Juli 2017
Rupawan karena Pembawaan Diri, Siapa yang Bisa Menolak?

Banyak orang percaya tampilan diri bisa mempesona hanya dari fisik, karena detik-detik pertama first impression itu penting. Menjaga penampilan biasanya dimulai dari apa yang kita lihat secara fisik. Rambut yang tertata rapi, pemerah bibir yang proporsional, hingga harmoni padu padan busana yang dipakai. Tapi, apa yang terjadi setelah diketahui bahwa orang dengan pesona ragawi luar biasa ternyata memiliki self-presentation atau cara membawa diri yang tidak sebaik tampilan fisiknya? Sedikit kecewa tentu saja.

Self-presentation, menurut Barry R. Schlenker, adalah perilaku dimana kita berusaha menjaga kesan dengan cara membuat atau memodifikasi apa yang ada dalam diri kita agar tetap baik di mata orang lain. Nilai tambah dengan tampilan fisik yang menarik untuk dilihat bisa ditingkatkan lagi dengan mempersiapkan tindakan atau kata-kata apa yang keluar ketika kita berhadapan dengan orang lain. Self-presentation yang kita persiapkan akhirnya membantu meyakinkan orang lain bahwa diri kita memang layak untuk ditunggu-tunggu, dicintai, dan dipercaya dengan respect.

Memunculkan presentasi diri, menurut TS Eliot, dimulai dengan adanya motivasi untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan sehingga kita ingin memperbaiki diri sekaligus mendapatkan self-presentation terbaik. Misalnya, dengan pembawaan diri yang baik, kita bisa diterima dimanapun berada tanpa harus terseok-seok mendapatkan perhatian dari orang-orang tersebut. Orientasi self-presentation memang orang lain, tapi semua berawal dari keaslian diri kita yang disesuaikan dengan orang-orang di sekitar kita.
 
Setelah sadar betapa pentingnya pembawaan diri, menurut Robert Hogan Stephen R. Briggs, tubuh kita secara otomatis memunculkan kemampuan kognitif berbentuk ketajaman sosial (social acuity). Maksudnya, diri kita akan mampu mengetahui apa yang perlu kita lakukan agar berhasil menciptakan kesan yang diinginkan untuk menjadi pribadi yang disenangi orang lain. Untuk itu, kita harus bisa menempatkan diri kita sesuai dengan kondisi orang lain rasakan agar kesan yang sampai tak salah diartikan.
 
 


 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 108