Ahli Public Speaking Menyarankanmu 4 Hal Penting Ini agar Kamu Didengarkan

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 10 Juli 2017
Ahli Public Speaking Menyarankanmu 4 Hal Penting Ini agar Kamu Didengarkan

Berbicara di depan banyak orang (public speaking) memiliki seni tersendiri agar membuat pendengar terperangah kagum dengan apa yang kita sampaikan. Dibalik pentingnya isi pembicaraan, seni berbicara memaksa kita untuk membuat orang-orang menikmati “ceramah” yang kita sampaikan, pendapat yang kita utarakan, maupun nilai-nilai yang kita bawa. Menurut Anett Grant, CEO Executive Speaking, Inc, dan Shola Kaye, public speaker dan founder of Speak Up Like A DIVA, terdapat empat hal penting yang terlupa ketika kita berbicara di depan publik. Simak yuk apa saja.

Kehilangan Kekuatan untuk Berhenti
Semua orang sama ketika berbicara tentang hal yang ia sukai. Ia bisa terus menerus membicarakan hal satu dan seterusnya sampai selesai tanpa ada jeda. Biasanya, dengan topik pembicaraan yang sama, pendengar akan cenderung bosan dan tidak menangkap apa yang kita sampaikan ketika penyampaian kita seperti patung yang mengoceh cepat. Menurut Anett Grant, pergerakan kita ketika berbicara, sebagai bentuk istirahat pengambilan nafas untuk jeda, memungkinkan dampak yang lebih besar ketika penonton kita mendengarkan. Penonton akan lebih santai dan diberi kesempatan untuk berpikir. Kita pun bisa mengurangi kegelisahan yang muncul ketika berada di depan publik.

Gesture yang Berlebihan
Tantangan yang selalu muncul pada seorang public speaker adalah didengarkan. Terlalu banyak bergerak untuk menghilangkan rasa gelisah akan membuat penonton kita tidak fokus dengan apa yang kita bicarakan. Coba perhatikan orang yang sedang memberikan sambutan di depan kita, ketika ia diam saja berdiri, tentu kita menunggu-nunggu apa yang akan ia lakukan, bukan? Akhirnya, kita mendengarkan apa yang ia bicarakan, dibanding ketika ia bergerak-gerak sambil berbicara dan kita melupakan apa yang ia bicarakan. Hal itu terjadi, menurut Anett Grant, karena otak manusia dihubungkan untuk memusatkan penglihatan kita pada gerakan. 

Melupakan Isi Pembicaraan
Wah ini parah, inspirator. Kita perlu memahami tujuan kita melakukan public speaking adalah untuk membawa sesuatu, membawa perubahan. Ketika kita melupakan apa yang kita bawa, sesungguhnya niat kita untuk empowering orang lain menjadi tidak terlaksana. Menurut Shola Kaye, kita perlu menuliskan tema utama dalam poin-poin yang kita siapkan untuk punchline pembicaraan kita pada kartu catatan kecil dan jaga agar tetap dekat selama berbicara di depan umum. Ketika semua tidak sesuai rencana, anggaplah biasa saja dan lanjutan kembali seperti tidak ada yang salah bisa mengurangi risiko kegagalan public speaking kita, lho.

Berbicara Kepada Penonton
Menghampiri penonton sebelum kita tampil ke atas panggung, menurut Shola Kaye, dapat membuat kontak batin terlebih dahulu sebelum tiba waktunya untuk berbicara. Hal itu mengingatkan kita bahwa penonton kita juga sama seperti kita, bisa merasakan, terhibur, dan terinspirasi dengan apa yang kita sampaikan. Masa hanya karena kita gugup atau tidak percaya diri, kita melupakan hal-hal penting tersebut?




 
*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 428