Wow! Ternyata Tak Hanya Cenayang yang Bisa Membaca Pikiran Orang Lain

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 10 Juli 2017
Wow! Ternyata Tak Hanya Cenayang yang Bisa Membaca Pikiran Orang Lain

Dunia memiliki banyak perspektif kepercayaan atas hal-hal yang tampak maupun tidak. Menyadari kepercayaan tersebut tidak hanya pada sesuatu dengan sifat lahiriah, kita percaya bahwa ada orang-orang tertentu yang bisa “melihat” suatu hal lebih banyak dari kemampuan pengelihatan fisik orang-orang pada umumnya. Namun, sebenarnya secara ilmiah bisa dibuktikan kebenaran bahwa seseorang mampu membaca pikiran orang lain seperti yang “orang-orang pintar” tersebut lakukan, lho.

”Getting in tune with yourself can help you read others better”

Menurut Helen Thomson, menyelaraskan diri sendiri melalui ketenangan yang membuat kita mendengarkan detak jantung sendiri bisa membantu kita membaca pikiran orang lain. Artinya, dengan mendapatkan suasana hati yang baik, keadaan internal diri orang lain bisa dipahami setelah memahami keadaan internal diri sendiri. Penyebabnya karena menurut para ahli, membaca pikiran berawal dari kemampuan merasakan emosi yang dimiliki orang lain, biasanya melalui spekulasi atau tebakan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Geoff Bird, tak hanya dengan getting connected dengan diri sendiri, kemampuan membaca pikiran orang lain dimiliki oleh seseorang ketika ia bisa berempati dan mampu mempersepsi sensasi fisik yang berhubungan dengan fungsi organ internalnya, seperti detak jantung (interoceptive). Selain itu Celso M. de Melo, dalam penelitiannya tentang membaca pikiran orang, mendapatkan kesimpulan bahwa ekspresi wajah dan pengambilan keputusan saling memiliki ketergantungan untuk membuat seseorang mampu, tetapi tak perlu, menjadi cenayang.

Hal itu menurut William Ickes sebetulnya manusia sedang mengembangkan keterampilan perseptualnya dengan membaca pikiran sehari-hari orang lain. Keterampilan tersebut dilatih dengan menggunakan keterampilan decoding nonverbal atau menafsirkan komunikasi non-verbal dari orang lain. Menurut Celso M. de Melo, kemampuan memediasi efek dari emosi yang muncul pada harapan tentang niat orang lain bisa membuat kita menyimpulkan tentang keadaan mental orang lain, dalam hal ini membaca pikiran orang lain.

Setelah mengetahui pembacaan pikiran orang lain ternyata merupakan salah satu keterampilan yang dibuktikan melalui cabang ilmu psikologi, seperti yang dijelaskan pada teori tentang pikiran, teori penilaian, dan penilaian balik, kita bisa melatihnya. Kebenaran yang muncul dari pengelihatan kita atas emosi dan ekspresi seseorang ditambah dengan alur cerita serta fakta-fakta bisa membuat kita menjadi ahli pembaca pikiran. Namun, tetap hati-hati dengan selalu bertanya apakah keadaan tersebut masuk akal dan konsisten.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 85