Ternyata, Selama Ini Kita Salah Belajar Tentang Kesuksesan! Kok Bisa? (Part I)

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 06 Juli 2017
Ternyata, Selama Ini Kita Salah Belajar Tentang Kesuksesan! Kok Bisa? (Part I)

Tak ada orang yang berniat untuk selalu gagal. Walaupun sukses juga tidak menjadi hal yang spektakuler karena tanpa kita sadari, pencapaian terkecil kita pun merupakan kesuksesan kita. Ingat Patrick Star si Bintang Laut dalam film Spongebob Square Pants? Ia menghargai langkah-langkah kecil hidupnya, lho, dan ia merasa cukup bahagia. Kita yang “menontonnya” pun jadi bahagia, tapi merenung juga dibuatnya.

Kita hidup bermodal ajaran-ajaran para pendahulu, sebagai sarana tercepat selain try and error yang kita lakukan sendiri. Beberapa hal berikut tanda kalau ternyata selama ini kita mengamini petuah untuk mencapai tangga kesuksesan dengan cara yang akhirnya menyakiti diri sendiri.

Fokus Pada Masa Depan dan Hadiahnya

Siapa yang bisa melihat masa depan? Apakah itu benar-benar mutlak benar adanya, yang pasti terjadi? Menurut Emma Seppälä, kebanyakan orang mengajarkan anak-anaknya untuk mengejar masa depan yang jauh di sana dengan pengharapan masa depan akan indah “jika” kamu bekerja keras blablabla, tetapi melupakan jalan di depan matanya yang berlubang. Sehingga banyak orang terjatuh karena tidak melihat dan menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya. Ketika terlalu fokus dengan permasalahan waktu dalam jangka yang lama tanpa menikmati hidup yang kita punya hari ini, kinerja kita akan terganggu. Kita pun akan mengalami burnout serta depresi.

Keep Pushing Yourself

Ya, pushing ourself bisa membuat diri kita pushiiing tujuh keliling. Tahu tidak, sob, kebahagiaan kita yang hilang karena terlalu serius menghadapi tantangan untuk kesuksesan kita, menurut Emma Seppälä, bisa menurunkan 12% kinerja kita dibandingkan ketika kita memiliki emosi positif, seperti bahagia, saat menjalani hidup. Kalau kata Justin Bieber, Luis Fonsi, dan Daddy Yankee, “Turn every situation into heaven”. Yeah, itu benar! Bayangkan, deh, lebih sukses mana, orang yang bisa terus produktif atau orang yang gemar menyia-nyiakan sesuatu dalam hidupnya? Stress dan tidak bahagia bisa dihindari dengan bersantai dan membiarkan diri kita mengeluarkan kemampuan maksimal kita secara sehat. Kalau lelah, istirahat secukupnya.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

 

  • view 68