Berbisnis Bersama Pasangan? Ide Bagus!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 05 Juli 2017
Berbisnis Bersama Pasangan? Ide Bagus!

Bila Anda masih muda dan jatuh cinta, pasti tidak ada gunung yang tidak bisa dilewati. Kebutuhan hidup yang makin menggila menunda banyak orang yang sedang jatuh cinta untuk menyatukan cintanya dalam ikatan pernikahan. Masalahnya karena uang dan tuntutan yang terlalu tinggi sehingga tidak menikah dalam waktu dekat adalah solusi terbaik. Tapi, pernahkah Anda berpikir kalau ada hari ini mengapa harus tunggu sampai besok? Kita tidak pernah tahu, apa yang terjadi besok tetap sesuai dengan rencana kita atau tidak, kan?

Merajut bisnis hingga memiliki sayap yang besar tentu tak mudah, kalau dibangun dengan kekuatan satu orang dan orang lain menjadi parasitnya. Kita jarang menyadari bahwa kekuatan cinta yang tulus tak akan membiarkan masing-masingnya membuat penundaan yang tak jelas. Bagi pasangan yang baru merencanakan akan menikah, berbisnis untuk memperbaiki hidup bersama dan ingin sering melakukan alternatif quality time membutuhkan tekad yang besar hingga akhirnya perusahaan yang dibangun memiliki karyawan di banyak benua.

Work Hard, Play Hard

Pasangan yang menikahi pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka menghadapi tantangan unik. Banyak pasangan, menurut James Schultz, berpikiran untuk menghindari bisnis dan keluarga karena menganggap keluarga adalah rumah tempat pelarian sekaligus perlindungan saat memerlukan waktu tenang. Ketika memiliki pasangan dan partner bisnis yang sama, Anda akan memiliki jadwal yang lebih fleksibel dan dapat bekerja dari jarak jauh namun tetap bisa sering bersama keluarga tercinta.

That’s what a good spouse does, keeps your dreams alive even when you don’t believe anymore” ― Michael J. Sullivan 

Tak hanya itu, tim kerja dari pasangan yang hebat bisa saling mengerti dan menghormati batasan Anda. Kapan harus saling mengurangi tensi akan pekerjaan ketika pekerjaan itu terasa berlebihan juga tidak efektif. Mereka pun tahu, kapan Anda perlu “mematikan” peralatan perang dalam bisnis serta sangat mampu menahan benteng pertahanan diri dari tantangan work-life saat tidak ada siapapun yang bisa menjadi penahan. It’s great, isn’t it?

Keeping the Peace

Jika Anda sepakat akan bekerja dengan pasangan Anda, sikap diplomatik Anda akan terasah. Setiap hari bersama berpeluang besar juga menghadapi konflik. Tetapi tidak masalah peran atau tanggung jawab apa yang Anda miliki; di akhir hari, Anda dan pasangan akan pulang bersama. Jadi, kemampuan bernegosiasi dan memahami keadaan agar bisa membuat semua pihak puas karena semua pihak didengar. Menurut James Schultz, ketika Anda mengalami masalah yang tidak Anda setujui, bernegosiasi untuk mempertahankan pendapat -dengan di saat yang sama menurunkan harga diri- perlu dilakukan agar hubungan bersama pasangan selalu menyenangkan.

Menegaskan Garis-Garis yang Kabur

Semua orang berharap menjadi pasangan seumur hidupnya. Semua itu memerlukan usaha dan usaha yang lebih kuat lagi ketika bekerja bersama pasangan. Tantangan yang ada perlu diarahkan untuk selalu menjaga romantisme seperti pada awal penataan hubungan. James Schultz menyarankan untuk tetap menjaga batas-batas pekerjaan dan rumah dengan patuh terhadap prinsip-prinsip organisasi pada bisnis. Misalya, Anda mengurusi bagian penjualan sedangkan pasangan Anda menyelesaikan pengembangan produk, jagalah komitmen itu. Jaga juga perspektif yang baik bagi kedua pihak dan ingat lagi alasan-alasan mengapa bisnis besar itu Anda buat bersama pasangan. Going to the next level bersama pasangan pasti menarik!

 

  

*Dikutip dari berbagai sumber.

 

 

  • view 123