Pangkas Cepat Masa-Masa Sulitmu, Lakukan 4 Hal Ini

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 03 Juli 2017
Pangkas Cepat Masa-Masa Sulitmu, Lakukan 4 Hal Ini

“Yesterday is a history, tomorow is a mystery, but today is a gift, that’s why it’s called present.”

Siapa yang tidak pernah mendengar kutipan di atas? Atau kutipan-kutipan sejenis tentang menghargai hidup? Ada saja kondisi dalam hidup kita yang sangat terasa kelam, namun ternyata juga sebenarnya ada lingkungan positif di hidup ini. Lingkungan yang membuat pikiran bergejolak bahwa kegelapan panca indera di depan kita, seperti terkubur dalam tanah, itu berarti kita sedang ditanam seperti bibit bunga. Kita harus merasakan rasanya menjadi bagian bumi terbawah dan gelapnya berada di dalam tanah tetapi bisa dipastikan, kita akan tumbuh indah.

Comfortable, toThe Not Comfortable

Menikmati hidup. Apa yang terjadi 10% dalam hidup kita berada di luar kendali, 90% sisanya bisa kita kuasai sendiri. Bagian 10% tersebut misalnya bencana di depan mata hingga perlakuan orang lain yang semena-mena.  Menurut Cahyo Satria Wijaya, cara memperlakukan 10% tersebut, termasuk bereaksi dengan 10% hal abstrak di luar perencanaan kita, bebas menjadi pilihan untuk dihadapi dengan penuh rasa bahagia atau rasa akan hidup merana. Wajar jika ingin melarikan diri darinya. Tapi, apakah harus terus berlari meninggalkan sesuatu yang benar-benar berarti? Ini hidup kita sendiri yang dibicarakan, lho.

Sadar untuk Berubah

Membiarkan diri kita merengek pada Tuhan dalam waktu lama atas hal-hal yang terjadi pada akhirnya membuat kita menemukan bahwa ternyata tindakan itu buang-buang waktu. Daripada terjebak dalam semua perasaan buruk yang dirasakan saat itu, kenali diri sendiri lebih cepat untuk bisa menghadapi 10% hal menyebalkan tersebut. Lawan dengan kesadaran maksimal untuk berubah. Buat 90% sisa kemampuan menjadi sesuatu yang bisa membuat diri kita bersyukur atas reaksi terhadap 10% itu. Everything is gonna be okay in the end. If it’s not okay, it’s not the end, yet.

Overthinking, penyebab terbesar ketidakbahagiaan

Berpikir merupakan hal yang mutlak bagi manusia. Ibarat gadget tercanggih yang belum digunakan sesuai dengan fungsi maksimalnya, jika kita sebagai manusia tidak berpikir. Namun, berpikir berlebihan juga kills you, sob. Situasinya akan lebih buruk dan melelahkan. Beri waktu istirahat diri sendiri pada waktu yang tepat. Klik refresh pada pikiran kita. Overthinking memang terkadang sulit dibedakan dengan pencegahan, pintar-pintar membedakan, ya, mana yang benar-benar harus dicegah dan mana overthinking kita.

Berdamai dengan Diri Sendiri

Kata orang, pertarungan yang tidak akan pernah kita menangkan adalah saat kita bertengkar dengan diri kita sendiri. Itu kata orang, lho, kalau kata kamu, gimana? Konteksnya mungkin berbeda, sob. Perlawanan yang terjadi ketika kita tidak menerima diri sendiri dan bersyukur atas kemampuan diri berbeda dengan pertempuran dengan rasa malas melakukan sesuatu untuk batu loncatan hidup setelahnya. Berdamai dengan rasa malas boleh, tapi setelah kita kalahkan dia, ya!

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 94