Fakta Dibalik Stereotype "Ih, Kamu Sudah Dewasa Tapi Suka Nonton Film Kartun?"

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 26 Juni 2017
Fakta Dibalik Stereotype

Kartun. Siapa yang tak suka kartun? Film untuk segala usia, yang berarti siapapun boleh menontonnya. Biasanya, kartun dibuat untuk menghibur anak-anak, walaupun pada kartun tertentu anak-anak tidak bisa terhibur ketika menontonnya. Sejak lama, banyak persepsi kontroversial di masyarakat bahwa orang dewasa yang menonton kartun adalah sesuatu yang aneh dan too childish, terutama jika itulah salah satu hobinya, menonton film kartun maupun bermain video game.

Ternyata, kartun yang bisa ditonton oleh semua umur dan bersifat menghibur lebih baik bagi remaja hingga orang dewasa untuk lepas dari tekanan mental kehidupan sehari-hari. Hal itu, menurut Judith Leah, sangat lebih baik jika dibandingkan dengan pelampiasan seseorang berperilaku buruk ketika ia mengalami depresi atau stres, seperti mengonsumsi obat-obatan, alkohol, rokok, maupun pelampiasan pada kekerasan. Kita tidak bisa lari dari masalah atau mengabaikannya. Namun, istirahat sejenak serta mengalihkan tekanan pikiran melalui hal-hal positif akan sangat melegakan dan menyegarkan pikiran.

Menurut Judith Leah, mendengarkan dan menonton kartun adalah metode langsung yang sehat untuk menyegarkan ingatan kita, sob. Orang dewasa bisa merasakan banyak keuntungan ketika menonton kartun secara teratur. Kartun menyediakan banyak informasi berguna dengan cara yang mudah dimengerti bahkan dengan cara yang tak terduga oleh pikiran kita selama ini. Film kartun menunjukkan kepada kita bagaimana menjadi pemimpin yang sukses, bagaimana cara mengembangkan teman baik, bagaimana menjadi teman baik, dan bagaimana membangun kepercayaan diri. Ada juga pelajaran dalam film kartun yang mengajari kita cara hidup sehat serta lebih positif.

Informasi yang diberikan oleh film kartun, atau film animasi, biasanya didukung dengan beberapa terapan ilmu psikologi sehingga seseorang dapat memanfaatkan informasi tersebut dalam situasi kehidupan nyata, lho. Menurut Judith Leah, mereka yang menonton kartun secara teratur dan selektif selalu percaya diri serta mampu menghadapi situasi yang kompleks dengan cara yang lebih baik. Film kartun yang memiliki happy ending menanamkan kepercayaan pada pikiran orang-orang yang menontonnya. Misalnya, ketika kita melihat film kartun, kita selalu melihat bahwa masalah selalu bisa dipecahkan dan bisa membuka diri kita untuk lebih melihat peluang lain di luar akal sehat, yang sebenarnya memang mungkin saja terjadi. 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 97