Apa Benar, Melupakan Sesuatu Bisa Membuat Kita Lebih Cerdas?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 22 Juni 2017
Apa Benar, Melupakan Sesuatu Bisa Membuat Kita Lebih Cerdas?

Lupa. Lupa terus. Lupa lagi. Wah, capek, ya, selalu lupa. Jangan sedih, sob. Menurut Canadian Institute for Advanced Research, tidak apa-apa kalau kita sedikit-sedikit mudah lupa. Hal itu dikarenakan tujuan dari ingatan kita bukanlah untuk mentransmisikan informasi yang paling akurat dari waktu ke waktu. Tetapi, untuk mengoptimalkan pengambilan keputusan cerdas dengan berpegang pada informasi paling berharga, sob.

Terlepas dari kepercayaan kita selama ini kalau orang yang memiliki ingatan yang baik berarti bisa mengingat lebih banyak informasi dengan jelas untuk jangka waktu yang lama, ternyata, menurut Blake Richards, amat penting bagi otak untuk melupakan hal detail yang tidak relevan atau tidak penting. Sebaiknya kita fokus pada hal-hal yang akan membantu membuat keputusan di dunia nyata, yang penting untuk masa depan kita. 

Menurut Paul Frankland, melupakan sesuatu sama pentingnya bagi komponen sistem memori otak seperti saat kita mengingat sesuatu. Lupa memungkinkan kita untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dengan melepaskan informasi lama dan tak berguna, juga yang berpotensi menyesatkan, serta yang tidak dapat lagi membantu kita berstrategi untuk memperbaiki lingkungan sekitar kita. 

Melupakan sesuatu pun memfasilitasi pengambilan keputusan dengan membiarkan kita menggeneralisasi kejadian masa lalu untuk hal-hal baru dalam hidup kita. Kenangan di otak pun bekerja dengan cara yang sama. Kita hanya mengingat intisari sebuah pertemuan yang bertentangan dengan setiap detail. Sehingga penghindaran dari rincian yang tidak penting saat kita melupakan sesuatu menciptakan kenangan sederhana yang lebih efektif untuk memprediksi pengalaman baru.

Akhirnya, mekanisme melupakan disebabkan oleh lingkungan tempat kita berada. Lingkungan yang terus berubah mungkin mengharuskan kita mengingat lebih sedikit. Misalnya, seorang kasir yang bertemu dengan banyak orang baru setiap hari hanya akan mengingat nama pelanggannya untuk waktu yang singkat dan melupakannya. Sedangkan pebisnis yang bertemu dengan kliennya secara teratur akan menyimpan ingatan itu lebih lama. Memori yang terlalu tidak spesifik juga tidak penting dan tidak relevan dengan hidup kita hari ini sebaiknya dilupakan, sob. 

 

 

 

 

*Dikutip dari Neuroscience. 

  • view 156