Ternyata, Cemasmu Berasal dari Apa yang Kamu Makan!

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 22 Juni 2017
Ternyata, Cemasmu Berasal dari Apa yang Kamu Makan!

Semua orang sekali dalam hidupnya pernah mengalami kecemasan. Gangguan mental paling umum itu bisa terjadi ringan dan sebentar pada seseorang. Tidak menutup kemungkinan juga kasus kecemasan bisa sangat melemahkan seseorang hingga bertahun-tahun.

Gejala dari kecemasan bisa berupa rasa takut, khawatir, paranoia, perasaan tidak tenang, gemetaran, sakit kepala, jantung berdebar-debar, berkeringat atau hot flashes, gelisah, kelelahan, memiliki konsentrasi buruk, perubahan suasana hati, nyeri otot dan nyeri akibat ketegangan, sulit tidur, dan menjadi mudah kaget.

Menurut Cecelia Smith dan Grant Stoddard, kecemasan berhubungan dengan sejumlah faktor gaya hidup, kesehatan, dan diet, terutama makanan yang kita makan. Makanan yang kita makan bisa menyembuhkan hingga memperparah kecemasan yang kita miliki, lho.

Menu makanan dapat memainkan peran kunci dalam melawan kecemasan, terutama saat kita meningkatkan makanan bergizi tinggi seperti sayuran hijau, salmon, makanan berprotein tinggi serta kaya akan vitamin B.

Konsumsi makanan yang perlu dihindari ketika kita ingin mengurangi kecemasan diantaranya adalah gula dalam berbagai bentuknya seperti karbohidrat dan permen, makanan tinggi garam serta lemak, serta fast-food. Minuman pun berpengaruh pada kecemasan kita, seperti minuman berkafein maupun alkohol.

Minuman berkafein cenderung membuat kita sulit untuk tidur. Tidur terhubung dengan suasana hati dan tentunya tidur yang terganggu bisa sangat berpengaruh pada keadaan mental kita. kan, sob. Menurut Cecelia Smith dan Grant Stoddard, hasil dari penelitian di kalangan mahasiswa sehat, penikmat kafein, terutama kopi memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi daripada yang tidak mengkonsumsi kafein.

Banyak gula dalam bentuk permen, karbohidrat, maupun alkohol pun tidak disarankan untuk dikonsumsi. Hal tersebut membuat kita cemas karena ketika kadar glukosa darah meningkat, kadar protein yang mendorong pertumbuhan neuron dan sinapsis turun. Sehingga ketika kita mengonsumsi gula, otak bekerja pada tingkat yang lebih rendah. Semakin banyak konsumsi gula berbentuk permen, semakin besar risiko depresi dan maupun diabetes dan demensia. Aspartam pun, alih-alih bisa mengurangi kecemasan kita, bisa membuat sakit kepala, insomnia, perubahan mood, serta depresi, lho.

Para ahli mengatakan bahwa garam yang terlalu banyak digunakan pada makanan juga bisa benar-benar membuat kondisi emosional seseorang, termasuk kecemasannya, memburuk. Hal itu karena konsumsi garam berlebih dapat mengganggu aspek sistem neurologis maupun sistem kekebalan tubuh kita. Menurut sebuah studi tahun 2012 dari jurnal Nutrisi Kesehatan Masyarakat, orang yang mengonsumsi makanan cepat saji pun 51 persen lebih mungkin mengalami depresi dan kecemasan berlebih dibanding mereka yang tidak.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 64