Bisnis dan Keluarga: 7 Tantangan Hidup Seorang Entrepreneur

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 22 Juni 2017
Bisnis dan Keluarga: 7 Tantangan Hidup Seorang Entrepreneur

Seorang entrepreneur pasti bertanggung jawab dengan bisnisnya sendiri. Terkadang, bisnisnya sama seperti bayi yang perlu diperhatikan ekstra pada waktu-waktu tertentu, karena kalau tidak diperhatikan sesuai dengan kebutuhannya, bisa hancur dunia perbisnisannya.

Gaya hidup dan kebiasaan seorang pebisnis tentu tidak sama dengan orang yang bekerja 8-to-5. Keluarga serta teman-teman dekat seorang pebisnis, menurut Andrew Thomas, perlu menyadari tujuh tantangan berikut.

Last-minute changes

Perubahan rencana pada menit-menit terakhir dari yang sudah dijadwalkan bersama dengan seorang pebisnis sangat bisa terjadi, sob. Apapun itu, seperti pergi ke luar kota di akhir pekan, rencana berbelanja pada hari tertentu, misalnya, tidak bisa diprediksi karena seringkali dibatalkan karena ada urusan bisnis yang mendadak. Gangguan tidak terduga tersebut bisa muncul kapan saja, termasuk di malam hari pada waktu-waktu bersama keluarga maupun ketika liburan.

Roller-coaster emosional

Situasi yang seringnya terjadi di dunia bisnis bisa sangat ekstrem. Ibaratnya hari ini kita sangat kekurangan dana sampai-sampai hanya mempunyai sepeda untuk berkendara, esok hari kita bisa beli mobil sport lima buah karena keuntungan bisnis yang fluktuatif.

Bersaing mendapat perhatian

Kita sudah tahu bahwa merawat bisnis seperti merawat bayi, perhatian yang diberikan oleh seorang pebisnis kepada keluarga atau teman spesialnya bisa fokus dan tidak fokus. Hari ini fokus, besok mungkin tidak. Bersabar selalu untuk mendukung seorang pebisnis , ya, sob. Bisa juga pebisnisnya sendiri yang berinisiatif meminta dukungan kepada keluarga. Saling mengerti dan menopang kegiatan satu sama lain bisa memperbaiki kinerja masing-masing dengan lebih luar biasa, lho.

Jam kerja panjang

Jam kerja pebisnis cukup spesial. Tak ada jadwal kerja pasti, bahkan 24 jam sehari bisa kurang jika tidak pandai mengatur waktu. Hal itu terjadi karena apa yang pekerja biasa lakukan tidak seperti yang seorang pebisnis lakukan. Pebisnis memikirkan keseluruhan bisnisnya dengan visi jangka panjang dan menyalurkannya pada pekerjanya, sedangkan pekerja biasa hanya memikirkan sebagian kecil dari proses bisnis dan menerima visi dari pemilik bisnis. Jika memang bisa diusahakan seperti jam kerja biasanya, seringkali pekerjaan yang perlu diselesaikan melewati jam kerja normal, sob. Jangan kaget juga ya, kalau seorang entrepreneur bekerja pada akhir pekan.

Seringnya melakukan perjalanan

Memiliki kerajaan bisnis artinya adalah membangun bisnis yang selalu berbicara tentang koneksi. Seringkali, relasi bisnis kita berada di tempat yang jauh dari rumah. Pebisnis pun bisa sering berpergian jarak jauh dan memiliki long distance relationship sementara dengan keluarga tercintanya. Namun, itu semua hanya untuk kepentingan bisnisnya, kok.

Minimnya anggaran

Ketika seorang pebisnis memulai perusahaannya sendiri, ia memasukkan semua yang ada dalam hidupnya ke dalam bisnisnya, termasuk masalah keuangan. Bila situasi menjadi sulit, tidak ada penghasilan sama sekali bisa terjadi. Jika seorang pebisnis maupun keluarganya tidak siap untuk hidup hemat setiap saat dan menahan diri dari perilaku konsumtif, ia mungkin tidak siap untuk menjadi seorang pengusaha. Keluarganya pun perlu bersiap-siap menghadapi segala sesuatu yang bisa saja terjadi.

Bisnis seorang entrepreneur pun bisnis keluarganya

Baik dan buruk kondisi bisnis seorang entrepreneur, bisa pula terasa sampai ke kehidupan pribadinya. Sebagian besar waktu, tenaga, pikiran yang dibicarakan di keluarga seringkali lebih dominan dengan pembicaraan bisnis. Dukungan kekuatan dan kepercayaan diri bisa menjadi pendorong beragam situasi, sob, termasuk situasi paling sulit sekalipun.

Siapkan dirimu, ya, untuk menjadi entrepreneur-atau punya keluarga entrepreneur- seutuhnya!

 


*Dikutip dari Inc.

  • view 58