Berwisata ke Laut: Pikiran Tenang dan Kreativitas Terjaga

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Juni 2017
Berwisata ke Laut: Pikiran Tenang dan Kreativitas Terjaga

Daya tarik yang ada di air, terutama laut biru, menurut Carolyn Gregoire, merupakan daya tarik universal bagi semua orang karena warna biru, selain melambangkan ketenangan, keterbukaan, kedalaman, dan kebijaksanaan, menurut Wallace J. Nichols, juga menjadi ajang meditasi yang bisa membuat jiwa terasa lebih damai, puas, dan bahagia luar biasa. Harmoni tubuh kita seimbang bila ada air, rasanya pikiran lebih tenang dan jernih.

Ketenangan pikiran bisa seperti itu ada karena air dilambangkan sebagai pembersihan rohani, ritual untuk meminta keselamatan, hingga bentuk kelahiran kembali seseorang. Maka, tak heran jika kita berada di tempat wisata air untuk liburan, kebahagiaan langsung memuncak setelah mendengar serta melihat ombak di lautan. Terbayang, deh, pasti di kepala untuk langsung menceburkan diri surfing, snorkeling, maupun diving-bagi yang sudah memiliki lisensi.

Debur ombak yang menari-nari dan angin laut yang menggerakkan kaki kita untuk mendekati perairan biru selalu dirasakan oleh orang-orang yang sedang berada di pinggir pantai. Tak banyak yang tahu bahwa ternyata, menurut Carolyn Gregoire, air laut bisa menenangkan pikiran dan membuat kita lebih kreatif, lho. Hal itu sangat logis jika kita mengingat bahwa air merupakan salah satu dari empat unsur penting yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Air laut mampu membuat rangsangan sensorik untuk mengistirahatkan otak kita setelah ia mendapatkan tekanan di kehidupan sehari-hari. Suara air laut yang terdengar bisa menyederhanakan pikiran kita karena, menurut Wallace J. Nichols, ada “ruang biru” di pikiran kita yang mengalami rangkaian proses berbeda dari biasanya ketika kita berada di dalam air ataupun mengindera air laut dengan seluruh indera. Daya tarik lembut yang diberikan oleh air laut sama dengan efek yang dihasilkan setelah kita melakukan meditasi.

Setelah menghirup udara di pantai, atau dekat dengan lautan, tidur kita juga lebih nyenak, karena udara laut diisi dengan ion negatif sehat yang mempercepat kemampuan kita menyerap oksigen. Menurut Naomi Coleman, ion negatif juga menyeimbangkan kadar serotonin dan zat kimia tubuh yang terkait dengan mood dan stress. Ketika kita berada di dekat laut pun, panas matahari mempengaruhi sistem endokrin kita untuk membuat kita merasa rileks, sob.

Relaksasi yang diberikan pada saat kita mengindera air laut, sama seperti ketika mengindera air di kamar mandi rumah kita, bisa memunculkan kreativitas karena mode relaksasi, imajinasi, konsolidasi ingatan, pemikiran referensi diri, wawasan, dan introspeksi diri mulai bekerja, lho. Menurut Naomi Coleman, ketika kita membiarkan tubuh kita mengambang di atas air, darah dipompa ke seluruh tubuh untuk membawa lebih banyak oksigen ke otak. Sehingga bisa membuat otak kita lebih waspada, aktif, dan kreatif.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 87