Meminta Maaf yang Efektif Tak Selalu Memberi Bunga, 6 Cara Ini Patut Dicoba

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 16 Juni 2017
Meminta Maaf yang Efektif Tak Selalu Memberi Bunga, 6 Cara Ini Patut Dicoba

Manusia berbuat salah setiap waktu. Ketika kita berbuat salah, bisa jadi kita tak menyadari itu karena terbiasa melupakan segalanya, let it go, gitu. Namun, orang lain nggak sama seperti kita, kan? Mereka mungkin dengan mudah tersakiti atau tersinggung karena ulah kita dan sikap kita tentu tak bisa dibenarkan. Bahkan jika kita masih menganggapnya manusia, ini lebay, tapi benar-benar perlu ada permintaan maaf yang diutarakan kepada orang tesebut, lho, sob.

Katakan apa yang kita rasakan

Permintaan maaf yang tulus berisi ungkapan intro berisi perasaan kita yang menyesal terhadap apa yang telah kita perbuat. Tak langsung mengucapkan ”maafkan aku, ya” lalu mengomentari kejadian-kejadian masa lalu dan memojokkan orang yang kita cari kata maafnya, sob. Kacau, lah, kalau begitu.

Mengungkapkan penyesalan

Saat perasaan masih kalang-kabut tapi harus minta maaf, tenangkan dulu emosinya, gengs, nikmati alurnya, lalu minta maaf bisa lebih mudah dilakukan. Empati kepada dampak yang bisa terjadi pada orang tersebut bisa mempermudah mengakui segalanya. Awalnya mungkin bisa berbagai macam reaksinya, tapi worth it untuk ketenangan jiwa, sob.

Meminta pengampunan

Ini seperti ungkap-tebus-lega, mirip. Pengampunan harus kita minta sebelum setelah memohon permintaan maaf dengan tulus. Meminta maaf, menurut Christine Carter, adalah seni untuk menghargai manusia. Seseorang tidak bisa dipaksa meminta maaf atau menerima maaf karena akan menyebalkan, nggak berseni, nggak menarik untuk dimaafkan.

Menerima tanggung jawab

Setelah semua yang telah kita usahakan, kalimat sederhana “saya mau tanggung jawab” cukup menjelaskan bahwa apa yang telah kita lakukan salah. Sesulit apapun meminta maaf, pengakuan tanggung jawab atas tindakan atau perilaku kita akan menjadi notice ke orang tersebut kalau kita punya niat baik, gengs.

Ucapkan “saya akan berubah”

Meminta maaf juga nggak perlu selalu alay dengan memberi bunga. Iya sweet, tapi kalau bunga itu cuma ­jadi simbol untuk minta maaf, tapi tetap mengulanginya lagi, ya, basi, dong! Koneksi yang sudah terbangun pasti benar-benar rusak. Niatkan untuk berubah.

Make things right

Permintaan maaf bisa menyembuhkan segalanya jika kesempatan yang telah tertutup sudah terbuka lagi, kredibilitas yang jatuh bisa bangkit lagi, dan kepercayaan yang rusak telah diregenerasi. Seringkali, yang perlu kita lakukan hanyalah menjelaskan serta mengupayakan untuk perbaiki kembali hubungan. Sudah. Kamu sudah dimaafkan, yeay!

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 485