Kerja Sampingan Sembari Bekerja Kantoran, Ada 5 Hal yang Sering Terlupakan

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 15 Juni 2017
Kerja Sampingan Sembari Bekerja Kantoran, Ada 5 Hal yang Sering Terlupakan

Side business atau kerja sampingan (side hustle) menjadi tren bagi sebagian orang yang bekerja kantoran tetapi belum puas dengan penghasilannya sekarang. Selain karena alasan finansial, kerja sampingan ini bisa menyalurkan bakat kreatif dan passion yang tertunda karena bekerja 8-to-5. Walaupun kerja sampingan lebih menyenangkan karena biasanya sesuai dengan cita-cita sejak lama, menurut Susie Moore, banyak juga orang yang melakukan lima kesalahan berikut, lho.

Memilih bisnis yang tidak disukai

Tidak mudah menyelesaikan suatu pekerjaan jika setiap kegiatan yang kita lakukan atas dasar keterpaksaan, misalnya hanya karena kita butuh uang. Apalagi jika menjalankan bisnis dengan pasar yang bisa jadi diperebutkan orang, tantangan dan tekanannya bisa berkali-kali lipat lebih besar, sob. Passion dan kecintaan bisa mengalahkan semua itu, bahkan di masa-masa terberat dan tersuram sekalipun.

Meminta persetujuan orang lain

Ketika memulai bisnis, mencari mentor adalah hal yang wajar. Tetapi, berhenti pada titik saran saja tanpa membiarkan orang lain menyetir kuasa kita karena baiknya mengikuti kata hati sesuai dengan kebutuhan bisnis tersebut bisa mengembangkan lagi layar bisnis kita. Sejatinya hanya kita yang paling tahu, gengs, bagaimana sebenarnya seluk-beluk bisnis dari passion kita tersebut. Tak perlu menunggu orang lain untuk memvalidasi ide-ide cemerlangmu.

Menghindari kompetisi

Pemula bisnis seringkali takut menghadapi hal-hal baru, termasuk kompetisi. Ikut serta dalam ajang pertarungan gagasan di pasar amat baik, lho, terutama jika sudah ada pasar yang memulai pekerjaan kita. Starter tersebut bisa kita pelajari, teliti, dan menginspirasi bisnis kita lebih jauh lagi. Lebih mudah bagi kita untuk menjaring pembeli dengan ide-ide unik kita tanpa harus memulai segalanya dari awal, karena proses adaptasi pada pasar bisa lama, sob.

Menutup diri dari luar jangkauan

Di zaman digital ini banyak sekali tawaran komunitas daring ataupun tatap muka yang mempermudah pebisnis untuk terhubung dengan sesama pebisnis setiap hari. Hiruk pikuk koneksi bisnis tersebut memungkinkan kita untuk berkolaborasi di setiap kesempatan. Banyak teman, banyak rezeki, sob.

Tidak memulai

Ini yang menjadi masalah, gengs. Menggagas suatu ide bisa jadi sangat mudah bagi beberapa orang, namun bagi orang-orang itu bisa jadi ide hanya berakhir pada coretan tinta yang barangkali menjadi bungkus gorengan! Idenya mandek. Gagasan spektakulernya dianggap berlebihan karena sebenarnya mereka takut untuk berbuat. Just do it adalah segalanya untuk memulai berbagai macam bisnis, sob. Tak pernah ada kondisi sempurna dan waktu yang tepat bagi orang-orang yang enggan mencoba.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

 

 

  • view 64