Keseimbangan Hidup: Tentang Tujuan dan Penghargaan?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 13 Juni 2017
Keseimbangan Hidup: Tentang Tujuan dan Penghargaan?

Hidup kita telah digariskan pada garis keseimbangan. Tak hanya serta merta seimbang dan tanpa tujuan, keseimbangan itu ada untuk stabilitas yang akan dijalani. Kondisi itu membuat kita bisa berada pada kemenangan dan kekalahan di satu waktu yang sama, sob. Menikmati pekerjaan baru yang bagus, tapi ternyata tidak terlalu menyenangkan karena ada expectation gap, misalnya.

Menurut Carnegie Mellon Karim S. Kassam, jika kita adalah "pemenang"-nya, kita cenderung mendapatkan yang terbaik, tetapi juga mendapatkan hal-hal relatif seperti apakah kita bahagia saat kita “menang”. Begitu pun jika kita “kalah”, awalnya mungkin kita akan kecewa, tetapi esoknya bisa jadi ada motivasi yang muncul untuk menemukan kepuasan dari kondisi “kekalahan” kita. Hal itu terjadi karena “orang-orang kalah” akan berpikir lebih keras untuk menemukan kebahagiaan, sob.

Menurut Association for Psychological Science, ketika seseorang mendapatkan satu kondisi yang perlu dijalani, entah itu kekalahan atau kondisi tidak menyenangkan, ia cenderung selalu mencari tujuan, sikap, dan motivasi tertentu. Ketika seseorang memiliki tujuan, misalnya untuk mencari kebahagiaan, akan ada aktivitas yang akan ia usahakan bagaimanapun kondisi buruk menerjangnya. Menurut Dolores Albarracin, gagasan bahwa orang memiliki tujuan yang sangat spesifik juga bisa membuat kita melakukan hal-hal yang tidak penting, lho.

Walaupun ia akhirnya bisa tidak melakukan apa-apa, tujuan yang dimiliki oleh seseorang mempengaruhi bagaimana seseorang menghabiskan waktunya. Waktu yang bergulir tiap saat itu bisa menggerus kesabarannya yang mungkin habis kalau penghargaan terhadap dirinya diterima hanya berbentuk fatamorgana, sob. Selain itu, tantangannya juga ada pada perilaku impulsif yang bisa terjadi serta ketergantungan pada perilaku tidak produktif, seperti penggunaan narkoba. Selanjutnya pasti hanya diri sendiri yang bisa menguasai keadaan tanpa harus dikuasai keadaan, ya, gengs.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

 

  • view 54