Seberang Nestapa: Sesal dan Bahagia Pemicu Kesakitan Tubuh  

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 13 Juni 2017
Seberang Nestapa: Sesal dan Bahagia Pemicu Kesakitan Tubuh   

 

Penyesalan dalam diri seseorang bisa datang dan pergi seiring dengan berjalannya waktu. Hanya saja, bagi beberapa orang, penyesalan tak bisa pergi karena penyelesaian yang tak pernah bisa selesai. Hingga seseorang menua, bisa saja ia menyimpan penyesalannya rapat-rapat. Tapi ternyata penyesalan itu menggerogoti tubuhnya bak kuman-kuman ganas resisten obat, sob, kan seram banget, ya?

Menurut Isabelle Bauer, kesehatan fisik terpengaruh dari kesehatan emosional seseorang, lho. Ketika seseorang memiliki penyesalan yang buruk kepada orang lain atau terhadap suatu hal, ia lebih rentan mengalami sakit fisik berupa gangguan sistem kekebalan tubuh karena adanya disregulasi biologis dari hormon di tubuhnya. Sedangkan orang yang sejahtera secara emosional, menurut Carsten Wrosch, ia akan mencegah dirinya sendiri dari kesakitan selama bulan-bulan.

Orang yang menyesal biasanya bisa menyelesaikan penyesalannya terhadap suatu hal dengan cara perbandingan sosial. Hal itu, menurut Isabelle Bauer, bisa diatasi ketika kita mau untuk memilih tidak tergantung dengan perbandingan yang buruk kepada orang lain, sehingga memperkecil penyesalan kita. Lucunya, perbandingan yang menempatkan kita “lebih di atas” lah yang membuat kita bahagia, sob. Sehingga ada rasa syukur terselip disitu.

“When you're happy you find pure joy in your life. There are no regrets in this state of happiness - and that's a goal worth striving for in all areas of your life” - Suze Orman

Berapa pun usia kita, penyesalan bisa lepas dari bayangan karena kesempatan untuk memperbaiki penyesalan tak berhenti di satu titik usia, lho, sob. Masing-masing kelompok usia- anak-anak, dewasa muda, dan tua- bisa mendapatkan peluang untuk tidak menyesal selamanya, kok. Ketergantungan akan penyesalan bisa membuat kita nggak bahagia sama sekali karena penyesalan dan perasaan bahagia berada di seberang sudut-sudut yang berbeda. Salam hangat dan selamat tinggal untuk segala penyesalan mulai hari ini, ya!

 

 

*Dikutip dari Psypost.

 

 

  • view 42