Kamu Mengabaikan Chat-ku. Wah, Kamu Pasti Pernah Dikucilkan, Ya?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 12 Juni 2017
Kamu Mengabaikan Chat-ku. Wah, Kamu Pasti Pernah Dikucilkan, Ya?

Diabaikan pasti sakit. Apalagi sama orang yang kita harap bisa mengisi lubang-lubang perhatian untuk mengomandoi hormon kebahagiaan agar menyebar ke seluruh tubuh. Tentu rasa sakit psikologis akan terasa besar. Menurut Eric W. Dolan, ketika kita tidak menanggapi pesan teks, hal itu bisa mengindikasikan kalau kita dikucilkan, lho. Tanggapan yang negatif ketika dikucilkan oleh orang lain menyebabkan kita juga tidak memiliki minat untuk menanggapi obrolan dari orang lainnya, terutama yang berbentuk teks.

Dibandingkan dengan orang-orang yang menjawab percakapan berbasis teks, seperti SMS, email, atau chat di media sosial, menurut penelitian yang dilakukan oleh Anita Smith dan Kipling D. Williams, para pengabai chat punya rasa memiliki serta harga diri yang lebih rendah, kurangnya pengendalian diri, dan merasa keberadaannya tidak memiliki arti. Walaupun akhirnya dampak buruk siklus itu bisa menyebabkan hal yang sama, berputar-putar ke orang-orang sekitarnya ya, sob, termasuk ke kita huhu.

Akibat lain yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang dikucilkan bisa lebih parah daripada yang kita bayangkan, lho. Mereka yang dikucilkan juga memiliki mood yang lebih negatif, menjadi lebih marah, dan tidak bahagia. Terutama bagi orang-orang yang terbiasa akan kemudahan mendapatkan perhatian. Kita harus berhati-hati dalam menghadapi orang-orang seperti itu, sob. Tak perlu ditinggalkan, itu akan jauh lebih menyakitkan, cobalah buat suasana menjadi lebih positif. Hanya saja, jangan sampai tertular dampak negativitas yang mereka pancarkan, ya.

Siklus tersebut bisa diputus dengan memperbaiki jadwal kita sehari-hari, kok. Menurut Association For Psychological Science, jadwal yang padat akan membuat kita lebih bahagia dan bisa mengabaikan dampak negatif dari perputaran hal-hal buruk. Bahkan, mengerjakan sesuatu yang tak berguna bisa membuat seseorang lebih bahagia dibandingkan dengan orang-orang yang duduk diam. Orang-orang yang hanya duduk diam ketika mengalami suatu keadaan yang tidak menyenangkan akan lebih depresi daripada orang yang bisa menyibukkan diri dengan memberi manfaat bagi masyarakat, lho.  

 

  

 

*Dikutip dari berbagai sumber.

  • view 68