Gerakan Meditasi Sebagai Olahraga Itu Baik! Ini Alasan Ilmiahnya

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Kesehatan
dipublikasikan 09 Juni 2017
Gerakan Meditasi Sebagai Olahraga Itu Baik! Ini Alasan Ilmiahnya

Gerakan meditasi yang hits banget dan hampir semua orang pernah dengar adalah yoga. Terlepas dari perdebatan bahwa yoga adalah ajaran agama atau bukan, yaitu salah satu ajaran agama Hindu untuk menyatukan diri dengan penciptanya atau sang Brahma- seperti salat pada ajaran agama Islam, praise moves sebagai pengganti yoga oleh penganut agama Kristen, gerakan meditasi tersebut memiliki alasan ilmiah serta menyehatkan jiwa raga, lho.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Agnieszka Golec de Zavala dan Dorottya Lantos, ketika seseorang melakukan dua pose meditasi seperti pada pose yoga sederhana selama dua menit sementara orang lainnya melakukan "pose kekuatan" biasa selama dua menit, orang yang melakukan pose yoga sederhana melaporkan adanya perasaan energi, kekuatan, dan lebih tingginya harga diri dibandingkan dengan kelompok lain.

Keuntungan itu terjadi dikarenakan adanya penguatan pada fungsi saraf vagus pada otak yang bertanggung jawab atas fungsi tak sadar tubuh seperti pernapasan, sirkulasi, dan pencernaan, dimana saraf tersebut memperbaiki kondisi emosional kita. Saraf tersebut amat berperan untuk pengoperasian sistem saraf parasimpatis yang menciptakan perasaan menenangkan dan menyenangkan dalam diri kita, gengs.  Selain itu, gerakan meditasi yoga menunjukkan efek positif terhadap kesehatan mental dan pengembangan pribadi.

Menurut Agnieszka Golec de Zavala dan Dorottya Lantos, ketika kita merasa tenang dan rileks, kita menjadi lebih peduli dengan orang lain karena saraf-saraf yang juga terstimulasi semakin baik. Tentunya setelah melakukan gerakan-gerakan positif tersebut akan bisa mengurangi agresi, permusuhan, depresi, dan kegelisahan karena pernapasan serta postur yang terjaga. Sehingga, setelah melakukan gerakan rutin tersebut setiap hari tubuh kita merasa lebih puas dan bahagia, sob.

 

*Dikutip dari The Conversation: Academic Rigour, Journalistic Flair.

  • view 38