Mengubah Insting Manusiawi: Kenapa, Sih, Sulitnya Minta Ampun?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 08 Juni 2017
Mengubah Insting Manusiawi: Kenapa, Sih, Sulitnya Minta Ampun?

Keputusan yang kita buat selama ini diperoleh karena ada pemahaman dan insting manusiawi kita kepada hal-hal yang akan kita putuskan. Menurut Daniel Kahneman, ada dua sistem kerja diri kita yang ternyata berfungsi untuk memutuskan apa yang akan kita lakukan selama ini, yaitu sistem berpikir cepat dan berpikir lambat.

Ketika kita bisa langsung memutuskan dengan cepat dan merasa ‘hanya’ terdorong untuk melakukan sesuatu, berarti kita sedang menjalankan sistem berpikir cepat, sob. Sedangkan saat kita memutuskan dengan pemahaman analitis yang lambat dan mengeluarkan perhatian pada perasaan subyektif kita, maka sistem kita sedang berjalan pada sistem berpikir lambat. Hanya saja, pada sistem kedua, perilaku kita didikte oleh naluri, pengalaman yang sebelumnya tersimpan di ingatan, prasangka, dan kepercayaan kita.

Tentang alasan mengapa kita bertindak berdasarkan insting daripada langsung bertindak cukup jelas, ada nilai kelangsungan hidup logis di situ. Jika kita harus merenungkan lebih dulu masalah singa yang sedang mendekati kita, hidup kita tentu dalam bahaya, keburu diterkam singa, dong. Insting yang ada pada diri kita menjadi respon adaptif dan berkah untuk seluruh umat manusia, sob. Walaupun terkadang ada insting yang bisa terjadi diluar kendali kita.

Insting dalam diri terjadi secara otomatis dan dipicu oleh otak kita yang membuat penilaian cepat terhadap orang, situasi, serta dipengaruhi oleh latar belakang, juga lingkungan budaya sekitar kita. Menurut Dov Michaeli, insting dan perilaku kita tersebut terjadi karena genetika atau bawaan yang sulit untuk kita ubah. Ada perubahan epigenetik pada gen tertentu di otak yang membuat kita memiliki insting untuk membuat perubahan perilaku.

Ternyata, walaupun perubahan genetika diri kita tak bisa terjadi, kecuali ada usaha dengan modifikasi lingkungan seperti konsumsi zat yang mungkin berbahaya, otak kita masih bisa berubah dan memperbaiki insting, termasuk memperbaiki perilaku kita, sob. Sederhananya, jika kita memiliki kontrol kemarahan yang buruk dan sistem pertama "membuat kita melakukannya", selalu ada sistem kedua untuk memilih pilihan yang lebih bijaksana. Walau proses untuk membiasakan diri melakukan sistem kedua bisa membutuhkan waktu lebih lama.

 

  

*Dikutip dari The Doctor Weighs In.

  • view 71