Kamu Kecewa Berat? 4 Tips Ini Bantu Cegah Rasa Kecewa Itu Membunuhmu

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Motivasi
dipublikasikan 08 Juni 2017
Kamu Kecewa Berat? 4 Tips Ini Bantu Cegah Rasa Kecewa Itu Membunuhmu

Hidupku kosong banget tanpa kamu. Heuh, gombal!

Hmm, tapi benar juga, ya, hidup kita kosong binti hampa tanpa ada proses sosialisasi dengan orang lain, kan. Saat menjalani proses itu mungkin kita selalu dituntut, secara langsung atau tidak, untuk memahami orang lain. Dalam proses bergaul, bisa saja kita merasakan kekecewaan sampai akhirnya menghadapi hubungan yang sepertinya nggak bisa diselamatkan, tuh. Waduh!

Berikut ada empat tips dari Kim Giles dan Nicole Cunningham, untuk mencegah kekecewaan membuat kita terkubur hidup-hidup, sob.

Hak untuk berpikir

Emosi yang paling berbahaya adalah emosi negatif sesaat, bentuknya prasangka dan praduga reaktif sementara pemicu ledakan perang dunia ketiga. Emosi negatif yang hanya muncul di waktu tertentu pun, walau rutin, tetap berbahaya. Perlu berkali-kali memikirkan apakah tindakan kita ketika ada emosi sesaat yang menggelantungi kita itu sudah tepat. Tak ada yang melarang masing-masing individu untuk berpendapat dan berperasaan berbeda, asal dengan pemikiran plus intuisi yang masuk akal. Ketika akal itu cocok, tak perlu, sob, membenarkan ego kita dengan arogansi bahwa orang lain rusak pikir. Kalau begitu akhirnya chaos di banyak pihak pasti datang karna undangan emosi negatif sesaat tersebut.

Orang lain sama dengan kita

Ya, kamu dan aku sama garis besarnya, manusia. Nenek moyang kita sama-sama pelaut, kan? Hoho. Anggap saja orang lain perlu diperlakukan seperti kita ingin diperlakukan, sob. Ketakutan mereka mungkin ketakutan kita juga, ketakutan kita mungkin jadi ketakutan mereka juga. Apakah orang itu akan bersikap mengecewakan karena kita, atau karena dirinya sendiri? Keduanya berpeluang besar, tapi cara dan pengalaman hidup mereka nggak mungkin kita atur, lho. Kita hanya bisa mengatur bagaimana respons kita pada orang lain, termasuk ancang-ancang menghindari kekecewaan karena perbedaan yang ada. Seimbangkan kapal oleng ini, kapten!

‘Terima kasih’

Sulit untuk memiliki ketulusan hati ketika rasa kecewa meradang. Ketika orang lain berperilaku buruk dan akan mengecewakan, ingat selalu kalau kita juga pernah, atau sedang, berperilaku buruk pada oranglain. Walaupun perilaku buruk orang lain yang mengecewakan kita itu tanggung jawab mereka, biarkan saja kita bersihkan hati, gengs, maafkan mereka, kasihi mereka. Ketika zat tertinggi di semesta menerima kasih kita, kita juga akan menerima kasih yang sama. Perilaku buruk mereka yang mengecewakan kita juga berpenyebab, entah karena rasa takut atau karena kedewasaan diri mereka yang prematur. Tak ada manusia sempurna, kecuali kalau kita mau menganggap mereka sempurna.

 Cintai lagi

Kekecewaan yang ada atau hanya datang menakut-nakuti kita tak bisa menjadi alasan untuk meninggalkan orang lain, sob. Ini penting. Kalau begitu caranya, pertemanan kita makin menipis kayak dompet di tengah bulan. Nggak perlu, lho, jadi pasangan dulu baru mencinta. Ruang-ruang kasih berupa empati, kebebasan untuk membuat pilihan, dan perlindungan selalu dibutuhkan secara bersamaan di dunia yang berkecenderungan untuk makin menggila ini. Meski pada akhirnya, ‘mencintai’ dan ‘mencintainya lebih keras lagi’ tetap ada untuk kita pilih.

 

 

 

*Dikutip dari KSL.

  • view 61