Ada 4 Gaya Pengambilan Keputusan, Mana yang Cocok Buatmu?

Inspirasi  Entrepreneurship
Karya Inspirasi  Entrepreneurship Kategori Psikologi
dipublikasikan 07 Juni 2017
Ada 4 Gaya Pengambilan Keputusan, Mana yang Cocok Buatmu?

Memutuskan sesuatu tak selalu mudah bagi banyak orang. Bukan memutuskan pacar, ya, gengs. Tapi memutuskan pilihan pada satu hal yang benar-benar kita dan orang lain butuhkan, walaupun bisa juga nih mempraktikkannya ke pacar, hohoho. Gaya pengambilan keputusan setiap orang tentu berbeda-beda untuk memilih sesuatu. Terkadang, para pemimpin pun membuat keputusan yang buruk atau membahayakan moral orang-orang yang dipimpinnya ketika membuat keputusan tanpa melibatkan orang lain, lho. 

Menurut Jesse Lyn Stoner, ada empat gaya pengambilan keputusan, yaitu autokratis (independen, membuat keputusan sendiri tanpa masukan dari orang lain), konsultatif (membutuhkan informasi dan pendapat dari orang lain yang akan membantu sebelum ia sendiri membuat keputusan akhir), tim (menarik kelompok yang ada untuk mendiskusikan situasinya dan memutuskannya sebagai hasil keputusan tim, dimana tim tersebut difasilitasi oleh pemimpinnya), dan delegasi (seorang pemimpin meminta untuk diberitahu tentang keputusan tersebut dan ia tidak akan mengubah keputusan yang telah terbentuk). 

Keempat gaya di atas perlu dilakukan sesuai dengan kondisi permasalahan yang ada. Namun, semuanya tetap dilakukan dengan komunikasi yang baik kepada orang lain, sob. Sebelum mengambil keputusan bersama, buat garis besar proses pengambilan keputusan yang jelas kepada kelompok kerja kita dan pastikan mereka mengetahui gaya pengambilan keputusan yang akan digunakan. Hal itu penting karena ketika orang tahu apa peranan mereka sebelumnya dalam proses pengambilan keputusan, mereka cenderung tidak membenci atau melemahkan keputusan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. 

Selain ada kesepakatan di awal yang perlu diperhatikan, kita juga bisa memulai pengambilan keputusan dengan satu gaya, lalu kemudian melanjutkannya dengan gaya lain, lho. Modifikasi gaya pengambilan keputusan akan lebih fleksibel dan nggak kaku. Urgensi dan pemlihan gaya dalam pengambilan keputusannya bisa menjadi pertimbangan untuk menghindari keputusan yang buruk dalam deadline yang menjerat. Tak perlu tergesa-gesa mengambil keputusan jika keputusan itu akan kita sesali, ya, gengs. Nikmati saja prosesnya...

 

 

 

*Dikutip dari Seapoint Center. 

  • view 69